Sorot Jogja – Dalam persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026, KH Zulfa Mustofa siap maju caketum PBNU. Persaingan untuk kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin ketat dengan adanya deklarasi dari beberapa kandidat, termasuk KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam.
Gus Kikin, yang juga dikenal sebagai Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, telah mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam kontestasi ini. Dia menyebutkan bahwa persaingan dalam muktamar akan berlangsung secara sehat, dengan harapan semua kandidat dapat menunjukkan kapasitas dan kapabilitas mereka untuk memimpin organisasi yang dihormati ini.
Dalam menyambut pencalonan Gus Kikin, Gus Salam pun menyatakan kesiapan untuk berkompetisi dengan cara yang fair. “Kita berlomba kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan adanya semangat positif dalam kontestasi ini, di mana setiap calon berusaha mendapatkan dukungan dari sesepuh NU dan kalangan pesantren.
KH Zulfa Mustofa, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PBNU, menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam bursa calon ketum. Gus Kikin menyebutkan bahwa selain dirinya dan Gus Salam, ada beberapa nama lain yang juga masuk dalam bursa, termasuk Gus Yahya, Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar, dan KH Abdul Ghaffar Rozin.
Berdasarkan pendapat KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-13 dan Mustasyar PBNU, calon ketum NU harus memiliki kemampuan mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa. “Calon ketum harus bisa mendahulukan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada harapan besar agar pemimpin baru dapat membawa NU ke arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, KH Anis Maftuhin juga mengusulkan agar kontestasi kepemimpinan tidak hanya terfokus pada dua nama yang sering dibicarakan. Dia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di PBNU sehingga semua kader dapat berpartisipasi dalam proses pemilihan. “Kami ingin muktamar menjadi ruang yang menggembirakan, tanpa tekanan, tanpa intimidasi, dan tanpa politik transaksional,” tuturnya.
Dengan semakin banyaknya nama yang muncul dan semangat positif dari para calon, Muktamar ke-35 NU di Jombang dipastikan akan menjadi ajang yang penuh dinamika. KH Zulfa Mustofa siap maju caketum PBNU, dan dengan dukungan serta restu dari para sesepuh, diharapkan proses pemilihan ini dapat berlangsung transparan dan adil.
Persaingan yang sehat dan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kebersamaan diharapkan dapat menjadikan NU lebih kuat dan relevan dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
