Sorot Jogja – Semangat nonton bola selama Piala Dunia 2026 di Indonesia telah berhasil menyatukan ribuan penggemar sepak bola. Acara nonton bareng (nobar) di berbagai lokasi, seperti di Amphitheater Teras Malioboro Yogyakarta dan GOR Seni Majapahit Mojokerto, menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan.
Di Yogyakarta, lebih dari seribu penonton memadati Teras Malioboro untuk menyaksikan laga semifinal antara Timnas Inggris dan Argentina. Kemenangan tipis 2-1 yang diraih Argentina membawa mereka melaju ke final Piala Dunia. Joe, Kadiv Pemasaran dan Promosi Teras Malioboro, menekankan bahwa antusiasme ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berkontribusi positif terhadap pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
“Total penonton yang hadir ada sekitar seribu lebih hari ini dan ini tentunya jadi ladang rezeki bagi UMKM di kawasan ini,” ujar Joe. Kegiatan nonton bareng ini juga diadakan secara gratis, sehingga memudahkan masyarakat untuk turut serta dalam momen bersejarah ini.
Salah satu pengunjung, Fiona Andriana, mengaku datang dari Madiun untuk merasakan atmosfer nonton bareng. “Saya sangat senang bisa nonton bareng di sini. Atmosfernya luar biasa,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gus Salam, seorang pendukung setia Timnas Argentina, juga tak ketinggalan untuk meramaikan suasana nonton bola. Ia mengungkapkan kecintaannya terhadap Argentina yang telah berlangsung sejak 1986. “Dari 1986 sampai sekarang, tetap Argentina. Ini soal istiqomah,” canda Gus Salam. Ia bersama para kiai muda dan santri sering menggelar nobar untuk mendukung tim kesayangannya.
Pemerintah Kota Mojokerto juga turut berpartisipasi dalam merayakan Piala Dunia dengan menggelar nobar final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persatuan warga sekaligus mendukung ekonomi lokal. “Kami ingin masyarakat dapat menikmati momen bersejarah Final Piala Dunia 2026 bersama-sama, tentu dalam suasana aman, nyaman dan tertib,” tuturnya.
Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat bahwa perputaran ekonomi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas terkait Piala Dunia mencapai Rp 5,03 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari sektor hotel, restoran, dan kafe, yang mencapai sekitar Rp 2,4 triliun.
Di Pekanbaru, Festival Rakyat dan nonton bareng yang digelar oleh Komando Daerah Militer XIX/Tuanku Tambusai berhasil mendongkrak penjualan sekitar 40 pelaku UMKM. Pelaku usaha mengungkapkan bahwa acara ini memberikan peluang besar untuk mempromosikan produk mereka tanpa biaya sewa stan. “Kita bersyukur sekali diadakan bazar gratis ini karena sangat membantu,” ujar Bella, salah satu penjual.
Melalui berbagai acara nobar dan festival yang diadakan di seluruh Indonesia, Piala Dunia 2026 telah menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan di antara masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam suasana meriah dan penuh semangat ini, nonton bola menjadi lebih dari sekadar hiburan, tetapi juga sebuah pergerakan ekonomi yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
