Sorot Jogja – JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, termasuk di Aceh, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada hari Minggu ini. Hujan petir dan hujan berintensitas ringan diperkirakan akan melanda beberapa kota besar di Indonesia, khususnya di bagian barat. BMKG menyebutkan bahwa Padang menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami hujan petir, sementara Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pontianak, dan Tanjung Selor berpotensi mengalami hujan ringan.

Prakirawan BMKG, Bintari A, menyampaikan dalam siaran prakiraan cuaca bahwa meskipun ada peringatan cuaca buruk ini, sebagian besar wilayah lain di barat Indonesia, termasuk Banda Aceh, Jambi, Palembang, dan Pangkalpinang, akan mengalami cuaca cerah hingga berawan tebal. Namun, ada juga laporan mengenai kondisi udara kabur di Bandar Lampung dan potensi asap di Samarinda yang dapat mempengaruhi kualitas udara.

Baca juga:

Di sisi lain, kawasan timur Indonesia juga akan merasakan curah hujan dengan intensitas ringan. Beberapa daerah seperti Mamuju, Palu, dan Nabire diharapkan mengalami hujan ringan. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Denpasar, Kupang, Makassar, dan Manado diprediksi akan didominasi oleh cuaca cerah hingga berawan.

BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan cuaca ini adalah gambaran umum dan masyarakat dapat memantau aplikasi Info BMKG dan media sosial @infobmkg untuk informasi lebih lengkap dan terkini. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

Pihak BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini memasuki musim kemarau, hujan lebat masih mungkin terjadi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang memengaruhi sebagian wilayah Indonesia. Selama periode 27 hingga 29 Juli 2026, beberapa daerah di Indonesia masih mengalami hujan lebat, termasuk Aceh yang mencatat curah hujan mencapai 83,5 mm per hari.

Baca juga:

Selain itu, BMKG memprediksi fenomena El Niño yang kuat akan bertahan hingga awal 2027. Ini meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan di wilayah Sumatra, termasuk Aceh. BMKG mencatat bahwa hingga pertengahan Juli 2026, sekitar 54,5 persen dari luas daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan.

Operasi Modifikasi Cuaca juga telah dilaksanakan di Aceh pada 20-26 Juli 2026 untuk membantu penanganan kekeringan. Kegiatan serupa juga direncanakan berlangsung di Riau hingga 4 Agustus 2026. Masyarakat dan pengelola sumber daya air diminta untuk mengantisipasi kemungkinan keterbatasan air serta dampak kesehatan dari kondisi cuaca panas yang berkepanjangan.

Dengan memperhatikan informasi dan iklim yang disampaikan oleh BMKG, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi segala kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi, termasuk di wilayah Aceh.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.