Sorot Jogja – Isu mengenai rencana lelang rumah yang ditempati oleh Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi sorotan publik. Klarifikasi pihak bank usai 15 debt collector datangi rumah mewah Sarwendah, Ruben Onsu bereaksi, mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat dan pengacara kedua belah pihak.
Kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus, menunjukkan surat resmi dari Bank BCA yang menyatakan adanya rencana lelang terhadap rumah yang mereka tempati. Surat Peringatan Ketiga (SP3) tersebut diterbitkan pada bulan Oktober dan menyebutkan bahwa jika kewajiban pembayaran utang tidak dipenuhi, bank akan mengambil tindakan hukum termasuk eksekusi lelang.
Mark menjelaskan, “Ini adalah salah satu surat peringatan ketiga dari Bank BCA yang ditujukan kepada klien dan Ruben Onsu. Ini adalah bukti bahwa rencana lelang memang ada.” Ia menambahkan bahwa Sarwendah berhak menanyakan kondisi rumah mereka, yang kini dijadikan sebagai sumber ketidakpastian bagi keluarganya.
Di sisi lain, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menegaskan bahwa mereka tidak menerima surat ancaman lelang tersebut. Menurutnya, isu pelelangan ini bukanlah hal baru dan telah beredar sejak tahun lalu. “Sampai hari ini, aset tersebut masih dalam kepemilikan Ruben Onsu,” jelas Minola. Ia mempertanyakan keabsahan surat yang ditunjukkan oleh pihak Sarwendah dan menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak bank masih berjalan baik.
Situasi semakin rumit ketika Sarwendah mengungkapkan bahwa dirinya juga mengalami gangguan dari sejumlah debt collector yang menagih cicilan mobil Mini Cooper yang bukan miliknya. Mark menyatakan, “Klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil tersebut, namun tetap menerima tagihan dari pihak penagih. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Sarwendah merasa tidak nyaman tinggal di rumah yang diancam lelang ini,” ujar Mark.
Ruben Onsu memberikan tanggapan atas situasi ini dengan mempertanyakan mengapa Sarwendah tidak melaporkan kedatangan debt collector ke pihak berwajib jika merasa terganggu. Ia menyarankan agar mantan istrinya mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan masalah ini.
Dengan adanya klarifikasi pihak bank usai 15 debt collector datangi rumah mewah Sarwendah, Ruben Onsu bereaksi, situasi ini semakin menarik perhatian publik. Apakah langkah-langkah hukum akan diambil oleh salah satu pihak? Atau apakah akan ada penyelesaian damai antara mereka? Kita tunggu perkembangan berikutnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
