Sorot Jogja – Ilmuwan: Super El Nino terparah dalam 500 tahun ancam dunia saat ini. Fenomena cuaca ekstrem ini diprediksi akan memberikan dampak yang sangat besar dan berbahaya bagi ekosistem dan keamanan pangan global. Ahli meteorologi Ryan Maue menyatakan bahwa Super El Nino 2026 dapat menjadi peristiwa iklim paling dahsyat dalam 500 hingga 1.000 tahun terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Prakiraan Cuaca Eropa, fenomena ini berpotensi meningkatkan suhu global, mengubah pola cuaca, serta mengganggu pertanian dan sumber daya air.

Dalam laporan terbaru, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino yang sedang berkembang saat ini diperkirakan akan semakin kuat, mencapai kategori kuat pada periode Agustus hingga Oktober 2026. Hal ini tentunya akan berimbas pada perubahan pola curah hujan di seluruh dunia. Di Australia, terumbu karang Great Barrier Reef terancam mengalami pemutihan karang yang parah akibat pemanasan suhu air laut yang berkepanjangan.

Baca juga:

Morgan Pratchett, seorang ahli ekologi konservasi laut di James Cook University, Queensland, menegaskan bahwa pemutihan karang bisa berdampak fatal bagi ekosistem laut. “Kita mungkin akan menyaksikan pemutihan karang secara massal dan parah di Great Barrier Reef, yang berpotensi memicu kepunahan spesies tertentu dan menyebabkan keruntuhan ekosistem di beberapa bagian,” ungkapnya.

Selain dampak terhadap ekosistem laut, fenomena Super El Nino ini juga berpotensi memicu krisis pangan global. Program Pangan Dunia (WFP) memperkirakan bahwa hampir 50 juta orang tambahan akan mengalami kelaparan akut akibat perubahan cuaca yang dipicu oleh El Nino. WFP mencatat bahwa populasi yang saat ini berada dalam situasi rawan pangan dapat meningkat hingga 274 juta jiwa di 45 negara yang paling rentan. Khususnya, kawasan Amerika Tengah dan Afrika Selatan diprediksi akan menjadi yang paling terdampak, dengan lonjakan jumlah orang yang mengalami kelaparan akut.

Direktur Layanan Analisis Ketahanan Pangan dan Gizi WFP, Jean-Martin Bauer, menegaskan bahwa ancaman ini merupakan peringatan serius bagi komunitas internasional. “Ini adalah peristiwa yang di masa lalu telah memicu kelaparan skala besar,” ujarnya. WFP telah mengaktifkan bantuan antisipatif di 18 negara untuk menjangkau lebih dari 1,3 juta orang dan mengalokasikan dana sebesar 80 juta dolar AS untuk sistem peringatan dini.

Baca juga:

Phenomena Super El Nino terparah dalam 500 tahun ini juga berpotensi menciptakan kondisi cuaca ekstrem di belahan bumi utara, termasuk ancaman badai es dan perubahan suhu drastis. Beberapa negara di kawasan selatan Afrika diproyeksikan akan mengalami dampak terberat pada musim paceklik 2027-2028, yang akan berimbas serius pada ketahanan pangan regional.

Dengan meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh Super El Nino, penting bagi negara-negara untuk bersiap menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi. Pengumpulan data secara berkala dan tindakan antisipatif menjadi sangat krusial untuk mencegah krisis pangan yang lebih parah di masa depan, terutama dengan adanya gabungan dari efek pemanasan global dan fenomena cuaca ekstrem ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: