Sorot Jogja – Ancaman multidimensi yang terus berkembang di kawasan Indo-Pasifik memicu kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk meningkatkan armada lautnya. Indonesia butuh lebih banyak kapal fregat serbaguna untuk hadapi ancaman multidimensi, terutama jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) yang baru saja didatangkan. Kapal-kapal ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan Indonesia di lautan serta udara, mengingat kompleksitas ancaman yang dihadapi saat ini.
Dalam konteks ini, TNI Angkatan Laut (AL) menyadari perlunya transformasi armada laut yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum di perairan teritorial, tetapi juga pada pengendalian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono menegaskan bahwa pengendalian ZEE menjadi prioritas utama, dan keberadaan kapal fregat serbaguna seperti KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 sangat krusial dalam mengimplementasikan strategi anti-access untuk melindungi wilayah yurisdiksi Indonesia.
Di tengah perubahan karakter peperangan yang tidak lagi terbatas pada konflik konvensional, Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman dari berbagai domain, termasuk serangan udara yang dapat datang dari berbagai sumber seperti kapal permukaan dan pesawat tempur. Pengamat pertahanan, Alman Helvas Ali, menekankan pentingnya melengkapi PPA dengan persenjataan yang sesuai, termasuk rudal Aster, agar dapat berfungsi secara optimal dalam menjaga pertahanan laut dan udara Indonesia.
Sementara itu, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah, mendorong agar latihan bersama penjaga pantai di kawasan ASEAN dapat melibatkan lebih banyak negara. Ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kerja sama pengamanan laut di kawasan yang lebih luas. Namun, keterlibatan negara-negara seperti Filipina dan Vietnam akan membutuhkan persiapan yang lebih matang, baik dari segi koordinasi maupun anggaran.
Dalam upaya memperkuat pertahanan, modernisasi alutsista menjadi kebutuhan yang mendesak. Pengamat militer, Selamat Ginting, mencatat bahwa Indonesia berada dalam fase transisi menuju modernisasi, tetapi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada teknologi luar negeri. Pengadaan kapal fregat serbaguna tidak hanya akan meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia, tetapi juga akan menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman multidimensi yang semakin kompleks.
Dengan demikian, Indonesia butuh lebih banyak kapal fregat serbaguna untuk hadapi ancaman multidimensi ini merupakan langkah yang esensial dalam memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Kapal-kapal ini tidak hanya akan berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan Indonesia di laut.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
