Sorot Jogja – Pasutri di Gowa nyaris diamuk warga usai jual emas palsu di Pasar Minasa Maupa. Namun, peristiwa menegangkan itu tidak dialami oleh pasutri yang baru saja melangsungkan pernikahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pengantin pria, Muhammad Makbul, terpaksa mendatangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gowa karena cincin emas yang dikenakannya tersangkut di jari.

Baca juga:

Kejadian bermula ketika Makbul keliru memasukkan cincin pernikahan saat prosesi tukar cincin usai ijab kabul. Cincin emas yang seharusnya diperuntukkan bagi mempelai wanita justru ia paksakan masuk ke jari tangannya sendiri.

Akibatnya, cincin tersebut tersangkut kuat hingga membuat jarinya membengkak. Karena tak kunjung bisa dikeluarkan, Makbul bersama keluarga akhirnya memutuskan meminta bantuan petugas Damkar setempat.

Proses pelepasan cincin emas di Kantor Damkar Kabupaten Gowa berlangsung penuh kehati-hatian. Petugas harus ekstra waspada menggunakan mesin gerinda mini agar potongan logam emas tidak melukai kulit jari pengantin pria yang sudah membengkak.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Kabupaten Gowa, Samsul Bahri Syamsuddin, membenarkan penanganan evakuasi unik tersebut. Dia menjelaskan, meski jari pengantin pria sempat mengalami pembengkakan, proses pemotongan cincin berjalan lancar tanpa menimbulkan luka serius.

Baca juga:

Peristiwa ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah momen yang penuh dengan kebahagiaan, tapi juga memiliki potensi untuk menimbulkan masalah yang tidak terduga.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.