Sorot Jogja – Film dokumenter EKSIL kembali tayang di Jakarta setelah sukses meraih penghargaan di Festival Film Indonesia (FFI) dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Pemutaran eksklusif ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 14.15 WIB di XXI Blok M Square, Jakarta Selatan. Kabar ini diumumkan langsung oleh sutradara Lola Amaria melalui media sosialnya.
Tiket untuk penayangan ini dijual seharga Rp50.000 dan sudah bisa dipesan sejak Rabu, 24 Juni 2026. Mengingat keterbatasan tempat, penonton disarankan untuk menghubungi nomor telepon 0821-2338-7956 (Raup) untuk informasi lebih lanjut mengenai pembelian tiket.
“Karena banyaknya permintaan untuk film EKSIL, kami mengadakan pemutaran khusus untuk wilayah Jakarta, Sabtu 4 Juli 2026 di XXI Blok M Square pukul 14.15 WIB. Harga tiket Rp50.000,” ungkap Lola Amaria.
Film EKSIL pertama kali tayang di bioskop Indonesia pada 1 Februari 2024. Dokumenter ini mengisahkan tentang nasib para mahasiswa Indonesia yang terjebak di luar negeri menyusul peristiwa 30 September 1965 atau G30SPKI. Para mahasiswa yang saat itu tengah menempuh pendidikan di luar negeri, berkat beasiswa dari Presiden Sukarno, tidak dapat kembali ke tanah air akibat situasi sosial politik yang kacau.
Mereka tersebar di berbagai negara seperti Cina, Uni Soviet, Belanda, Ceko-Slovakia, Jerman, dan Swedia. Di luar negeri, status kewarganegaraan mereka dicabut secara sepihak, membuat mereka tidak bisa kembali untuk bertemu dengan keluarga dan sahabat di Indonesia.
Dalam film ini, penonton akan diajak menyelami kisah para eksil yang terjebak lebih dari 30 tahun di negara asing tanpa pernah kembali ke kampung halaman. EKSIL menggambarkan usaha mereka untuk kembali ke Indonesia dan tantangan yang mereka hadapi selama di pengasingan.
Film dokumenter ini telah melalui proses panjang sebelum akhirnya dapat ditayangkan secara komersial. Lola Amaria, selaku sutradara dan produser, mulai mengerjakan film ini sejak 2013, yang kemudian rampung pada 2022. Dalam proses pembuatan, Lola melakukan riset mendalam dengan mengunjungi negara-negara tempat tinggal para eksil untuk memperkuat alur cerita. Bersama Gunawan Rahardja, ia juga menulis naskah film ini.
Sayangnya, saat film ini ditayangkan, beberapa narasumber yang merupakan eksil telah meninggal dunia, dan banyak dari mereka yang mengalami masalah kesehatan akibat usia yang semakin tua.
EKSIL mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk kategori Best Film dari JAFF 2022 dan juga Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2023. Kesuksesan ini menunjukkan pentingnya cerita yang diangkat dalam film ini, serta resonansi yang dimiliki terhadap penonton di Indonesia.
Dengan pemutaran ulang ini, diharapkan lebih banyak orang dapat mengenal dan memahami sejarah yang kurang terangkat dalam narasi utama mengenai peristiwa 30 September 1965. Usai raih FFI dan JAFF, dokumenter EKSIL kembali diputar di Jakarta sebagai langkah untuk mengingat dan menghargai perjalanan hidup para eksil Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
