Sorot Jogja – Mohammad Saleh, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, mendorong perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing usaha sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM merupakan kekuatan utama ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus diperluas agar para pelaku usaha memiliki kesempatan berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, dan naik kelas,” ujar Saleh di Semarang.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu menilai keterbatasan modal masih menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi banyak pelaku UMKM. Kondisi tersebut sering kali membuat pelaku usaha kesulitan meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, maupun melakukan inovasi produk.
Karena itu, ia mendorong agar program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau terus diperkuat dan diperluas jangkauannya sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang dapat memanfaatkannya.
“Skema KUR dengan bunga rendah sangat membantu pelaku usaha. Dengan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, UMKM bisa lebih leluasa mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya modal yang tinggi,” katanya.
Sertifikasi Usaha Mikro
Saleh juga menekankan bahwa akses modal saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen bisnis, hingga perluasan akses pemasaran, termasuk melalui platform digital.
“Permodalan harus dibarengi dengan pendampingan. Produk harus semakin berkualitas, pemasaran harus semakin luas, dan pelaku usaha perlu didorong memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Saleh juga mengatakan bahwa kondisi ekonomi daerah saat ini cukup kuat untuk mendukung pengembangan sektor usaha kecil dan menengah. Berdasarkan data hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp 93,97 triliun, dana pihak ketiga mencapai Rp 75,80 triliun, serta penyaluran kredit sebesar Rp 63,66 triliun.
“Ini menjadi modal yang sangat baik bagi perbankan daerah untuk memperluas pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Selain itu, Saleh juga mengatakan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi penggerak ekonomi daerah. “Momentum pertumbuhan ekonomi yang positif ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah akan semakin kokoh, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.
Selain itu, Saleh juga menekankan bahwa UMKM harus dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
