Sorot JogjaBuku biografi meluncur Senin besok, Bupati Beltim: Wafatnya Bu Mus sudah ketetapan Yang Maha Kuasa. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten atau yang akrab disapa Afa, saat melayat ke rumah duka almarhumah Bu Muslimah Hafsari binti A. Kadir, yang dikenal sebagai Bu Mus, sosok inspiratif di Desa Gantung dan salah satu pelopor pendidikan di daerah tersebut.

Dalam suasana duka yang mendalam, Afa menyampaikan rasa kehilangan yang besar atas berpulangnya Bu Mus, yang meninggalkan warisan pendidikan yang sangat berarti bagi masyarakat. “Bagi Afa sendiri, dedikasi almarhumah selama puluhan tahun di Beltim adalah cerminan dari sosok guru yang sesungguhnya,” kata Afa saat menghadiri acara Wisuda TPA Santri XI di GOR Dispora, Kecamatan Damar.

Baca juga:

Bu Mus, yang juga dikenal sebagai tokoh Laskar Pelangi, telah menjadi ikon pendidikan di Belitung Timur. Kematian beliau datang dua hari sebelum rencana peluncuran resmi buku biografi yang mengisahkan kisah hidup dan perjuangan beliau, yang berjudul A Story of Bu Muslimah.

Afa menceritakan pengalamannya yang seolah diatur oleh takdir, ketika ia hampir tidak bisa menghadiri pemakaman Bu Mus karena kehabisan tiket pesawat. “Saya tadi sempat sedih. Sedihnya kenapa? Ini macam sudah ada janji dari Yang Maha Kuasa saja untuk saya bisa mengejar waktu melayat ke sini,” ungkapnya. Keberhasilannya mendapatkan tiket pesawat lain tepat waktu membawanya ke rumah duka, di mana ia bisa memberikan penghormatan terakhirnya.

Melalui buku biografi yang akan diluncurkan pada Senin besok, masyarakat diharapkan dapat melihat lebih dekat perjalanan hidup Bu Mus dan pengaruhnya terhadap generasi muda. Buku ini bukan hanya sekadar catatan perjalanan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkontribusi bagi pendidikan dan perkembangan masyarakat.

Baca juga:

Peluncuran buku biografi ini diharapkan menjadi momen yang membawa kembali kenangan akan jasa-jasa Bu Mus. Afa menambahkan, “Warisan beliau akan terus hidup di hati kami, dan buku ini adalah salah satu cara untuk mengenangnya. Wafatnya Bu Mus sudah ketetapan Yang Maha Kuasa, tetapi semangatnya akan terus menginspirasi kita semua.”

Acara peluncuran buku diharapkan dapat dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, pegiat pendidikan, dan penggiat literasi, untuk mengenang jasa-jasa almarhumah. Dengan hadirnya buku biografi ini, diharapkan generasi muda dapat mengambil pelajaran berharga dari perjalanan hidup Bu Mus dan meneruskan perjuangannya dalam dunia pendidikan.

Dengan peluncuran buku ini, semoga sosok Bu Mus akan terus dikenang dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, terutama di Belitung Timur dan sekitarnya. Buku biografi meluncur Senin besok, Bupati Beltim: Wafatnya Bu Mus sudah ketetapan Yang Maha Kuasa menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya dedikasi dalam dunia pendidikan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.