Sorot Jogja – Dalam kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, sejumlah perusahaan di Indonesia berhasil mencatatkan laba yang menggembirakan pada semester I tahun 2026. PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) melaporkan laba bersih sebesar Rp 360,76 miliar, tumbuh 9,21% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap terjaga, dengan penyaluran kredit mencapai Rp 43,23 triliun, meningkat 8,81% YoY.
Kualitas aset Hana Bank juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 0,68%, lebih rendah dibandingkan 0,73% pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, menyatakan optimisme bahwa perusahaan dapat mencapai target kinerja hingga akhir tahun 2026 meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan laba bersih mencapai Rp 10,8 triliun, naik 6,33% YoY. Penyaluran kredit BNI tumbuh 24,4% menjadi Rp 968,5 triliun, didukung oleh strategi yang mengedepankan kualitas dan diversifikasi portofolio. Dari sisi pendanaan, BNI berhasil meningkatkan dana murah dengan rasio CASA mencapai 65,4%.
Perusahaan lain yang juga mencatatkan laba signifikan adalah PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) yang membagikan dividen interim sebesar Rp 76 miliar, setara dengan 41,3% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2026 sebesar Rp 183,9 miliar. Kinerja MARK menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan penjualan mencapai Rp 572,2 miliar, naik 50,3% YoY.
Selain sektor perbankan, industri energi juga menunjukkan performa yang mengesankan. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melaporkan laba bersih sebesar US$ 79,62 juta, meningkat 15,47% dari tahun sebelumnya. PGEO menargetkan kapasitas pembangkit listrik panas bumi mencapai 1 GW pada 2028, sejalan dengan potensi sumber daya yang dimilikinya. Pendapatan PGEO mencapai US$ 235,03 juta, tumbuh 14,75% dibandingkan tahun lalu.
Dengan berbagai pencapaian ini, jelas bahwa meskipun terdapat tantangan dalam perekonomian global, sejumlah perusahaan di Indonesia berhasil mencetak laba yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dan terus berinovasi untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
