Sorot Jogja – Isu kegagalan produk becak listrik di Yogyakarta, Dishub DIY bantah, minta pengemudi ikut merawat. Beredar kabar mengenai kerusakan pada puluhan unit becak listrik yang dioperasikan di kawasan Malioboro, yang mulai menimbulkan keraguan terhadap keberhasilan program ini. Meskipun demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan mengajak para pengemudi untuk berperan dalam merawat kendaraan mereka.

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi pada becak listrik bukanlah indikasi kegagalan produk. Menurutnya, becak listrik yang diperkenalkan pada tahun 2023 merupakan proyek percontohan yang masih dalam tahap awal pengujian. “Becak listrik ini adalah hasil dari sayembara pembuatan purwarupa yang dilakukan pada tahun 2022, di mana proses seleksi dilakukan untuk menemukan desain terbaik sebelum diproduksi massal,” jelasnya.

Baca juga:

Dari total 50 unit becak listrik yang dihibahkan kepada pengemudi di Malioboro, sekitar 35 unit dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan ini diakibatkan oleh beberapa faktor, termasuk penggunaan yang melampaui spesifikasi yang diizinkan dan tantangan biaya yang dihadapi oleh pengemudi dalam hal perawatan. Meskipun demikian, Dishub DIY menginginkan agar para pengemudi lebih aktif dalam menjaga kondisi becak listrik agar dapat beroperasi dengan baik.

Wulan menambahkan bahwa tanggung jawab pemeliharaan kendaraan kini telah berpindah kepada penerima hibah berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). “Kami telah mempertemukan para pengemudi dengan jaringan penyedia layanan purnajual untuk membantu perawatan becak listrik. Namun, sebagian pengemudi mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan,” tuturnya.

Dalam upaya mendukung kebijakan kawasan bebas kendaraan bermotor di Malioboro yang direncanakan mulai November 2026, Dishub DIY terus berusaha untuk meningkatkan infrastruktur pendukung. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan mempromosikan transportasi yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi becak listrik untuk turut serta dalam menjaga kualitas dan fungsi kendaraan mereka.

Baca juga:

Sementara itu, dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan pemerintah daerah, disepakati bahwa pembatasan kendaraan di kawasan Malioboro akan dilakukan setiap hari dari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Dishub DIY juga telah menyiapkan portal yang akan membatasi akses kendaraan bermotor agar kawasan Malioboro dapat dinikmati oleh pejalan kaki dengan lebih nyaman.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa isu kegagalan produk becak listrik di Yogyakarta, Dishub DIY bantah, minta pengemudi ikut merawat adalah bagian dari proses perkembangan teknologi transportasi ramah lingkungan di daerah ini. Dengan partisipasi aktif dari pengemudi dan dukungan dari pemerintah, diharapkan becak listrik dapat berfungsi dengan optimal dan menjadi salah satu simbol transformasi transportasi di Yogyakarta.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan yang dihadapi oleh program becak listrik, Dishub DIY berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan model baru pada tahun-tahun mendatang. Hal ini penting untuk memastikan bahwa inovasi transportasi ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan kenyamanan masyarakat.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.