Sorot Jogja – Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang diadakan di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah berhasil mengelola devisa negara senilai USD 10,5 miliar hanya dalam waktu satu setengah bulan sejak pembentukannya. Pernyataan ini menjadi sorotan utama, mengingat PT DSI didirikan untuk memperkuat pengawasan terhadap ekspor komoditas strategis dan mencegah kebocoran devisa akibat praktik ekspor ilegal.
Prabowo menyatakan bahwa keberadaan PT DSI sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia serta memperkuat devisa nasional, yang kini dikelola mencapai Rp 188 triliun. Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat menanggulangi berbagai tantangan yang dihadapi dalam sektor ekspor, termasuk masalah under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara.
Dalam konteks ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Danantara Indonesia telah direvisi untuk menyesuaikan dengan program-program prioritas baru, termasuk pembentukan DSI dan Danantara Development Management Fund (DDMF). Rapat Dewan Pengawas Danantara yang diadakan baru-baru ini menyepakati perubahan tersebut untuk memastikan pendanaan dan operasional DSI dapat terpenuhi.
Sementara itu, dalam perkembangan lain, kasus dugaan fraud yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) juga tengah menjadi perhatian. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara terkait kasus ini ke Kejaksaan Negeri Depok. Kasus ini melibatkan mantan Direktur PT DSI, AS, yang telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus di mana lebih dari 5.700 korban mengalami kerugian akibat penipuan dengan modus proyek fiktif.
Menurut Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, modus operandi yang digunakan adalah memanfaatkan data borrower existing untuk menghimpun dana masyarakat. Dalam penanganan perkara ini, Bareskrim telah mengamankan total aset sebesar Rp 425 miliar yang terkait dengan kasus ini dan sedang melakukan langkah-langkah untuk memulihkan kerugian para korban.
Keberhasilan PT DSI dalam mengelola devisa nasional dan upaya pemerintah dalam menangani kasus fraud di PT DSI menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan perekonomian Indonesia dapat semakin kokoh dan mampu bersaing di tingkat global.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
