Sorot Jogja – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mengalami lonjakan signifikan, menutup perdagangan di level 6.037,84, naik 1,92% pada Senin, 13 Juli 2026. Kenaikan ini terjadi setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Pengumuman ini memberikan sinyal positif bagi para investor, yang terlihat dari pergerakan IHSG hari ini yang kembali ke level 6.000.

Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertinggi 6.037,84 dan terendah 5.898,14. Data perdagangan menunjukkan bahwa 377 saham menguat, sementara 250 saham mengalami penurunan dan 167 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.702.399 kali dengan volume perdagangan sebanyak 26,3 miliar saham, dan nilai transaksi harian mencapai Rp 12,2 triliun.

Baca juga:

Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, lonjakan IHSG hari ini didorong oleh keputusan S&P Global Ratings yang memberikan outlook stabil terhadap kredit Indonesia. Liza menjelaskan bahwa meskipun ada kekhawatiran mengenai kemungkinan downgrade menjadi pasar frontier pada tahun 2027, keputusan S&P Global untuk mempertahankan peringkat tersebut memberikan kelegaan bagi pelaku pasar.

Di sektor saham, mayoritas menunjukkan tren positif dengan sektor energi naik 2,66%, sektor bahan baku 2,96%, dan sektor industri 2,44%. Hanya sektor konsumer non-siklikal dan kesehatan yang mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,05% dan 0,26%. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu yang mencatatkan kenaikan signifikan, melonjak 8,02%.

Sementara itu, bursa saham Asia umumnya bergerak di zona merah, dengan beberapa indeks seperti Straits Times dan Shanghai Composite mengalami penurunan. Namun, hal ini tidak mempengaruhi optimisme pelaku pasar di Indonesia, yang terlihat dari pergerakan IHSG hari ini.

Baca juga:

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa fluktuasi IHSG tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor saja, termasuk pidato politik. Menurutnya, keputusan investasi investor lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara keseluruhan, dan bukan hanya oleh faktor politik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kini lebih rasional dalam membuat keputusan dibandingkan dengan era sebelumnya, di mana politik memiliki pengaruh lebih besar.

Dengan kondisi ini, IHSG hari ini mencerminkan optimisme pasar yang kembali pulih setelah beberapa waktu mengalami tekanan. Investor diharapkan tetap waspada terhadap dinamika yang terjadi di pasar global, yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG di masa mendatang. Meskipun ada tantangan dari luar, keputusan S&P Global Ratings menjadi pendorong positif bagi para investor untuk kembali berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: