Sorot Jogja – SENTANI – Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, seorang calon penumpang Lion Air berinisial RGNS (23) ditangkap oleh petugas Aviation Security PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Internasional Sentani pada Senin (13/7/2026) karena berusaha menyelundupkan narkotika jenis ganja kering seberat 2,6 kilogram. Penangkapan ini menambah catatan buruk terkait keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sentani, I Nyoman Noer Rohim, mengungkapkan bahwa penemuan ganja tersebut berawal saat pelaku memasukkan barang bawaannya untuk pemeriksaan bagasi di area Pre-Screening Check Point (PSCP). Ketika barang bawaannya melewati mesin X-Ray, petugas mendapati adanya bungkusan mencurigakan.
“Tim Avsec mencurigai adanya anomali citra organik berupa bungkusan-bungkusan terpisah di dalam tas ransel hitam dan koper pakaian. Setelah itu, petugas memanggil pemilik ke area pemeriksaan,” jelas Noer.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas berhasil menemukan 18 bungkus ganja ukuran sedang dengan berat total 537 gram dan satu paket besar seberat 2.150 gram, sehingga total ganja yang disita mencapai 2,6 kilogram. Ganja ini diduga akan diedarkan di Sorong, Papua Barat Daya.
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pihak keamanan bandara dalam menjaga keselamatan penerbangan. Lion Air sebagai maskapai penerbangan yang melayani rute domestik dan internasional perlu meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi penumpang akan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
Di tengah isu keamanan, Lion Air terus berupaya meningkatkan layanan kepada penumpang. Maskapai ini dikenal dengan berbagai inovasi dalam sistem pemesanan dan keberangkatan. Namun, insiden seperti ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap aspek keamanan tidak boleh diabaikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai penerbangan di Indonesia, termasuk Lion Air, telah berjuang untuk membangun kembali reputasi mereka pasca beberapa insiden kecelakaan yang menggemparkan. Penangkapan calon penumpang yang membawa narkoba ini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Lion Air dan industri penerbangan secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pihak bandara, kepolisian, dan aparat terkait sangat penting untuk mencegah tindakan kriminal yang dapat membahayakan penumpang dan penerbangan. Lion Air diharapkan dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan pada sistem keamanan mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
