Sorot Jogja – Seorang bocah berusia 12 tahun, M Dzaki, tewas diterkam buaya saat cuci tangan di tepi sungai di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum kedua bocah tersebut berangkat ke sekolah.
M Dzaki dan temannya, Aldi (11), sedang mandi di sungai sebelum waktu sekolah tiba. Saat keluarga mereka mulai khawatir karena belum pulang, mereka mencari ke lokasi. Di tepian sungai, keluarga menemukan M Dzaki dalam keadaan hanyut dan diduga telah diterkam buaya. Saksi mata melihat seekor buaya muncul sekitar 20 meter dari lokasi mandi bocah-bocah itu.
Warga setempat berusaha memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua bocah tersebut menggunakan ambulans dari Puskesmas Sukarejo. Sayangnya, M Dzaki dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, sementara Aldi mengalami luka pada kaki kanannya dan mendapatkan perawatan medis. Kapolsek Betara, AKP Frans Septiawan Sipayung, mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai insiden tersebut dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kejadian ini bukan hanya menjadi perhatian masyarakat lokal, tetapi juga mengingatkan akan bahaya yang mengintai di sekitar sungai yang sering dijadikan tempat mandi oleh anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa di wilayah tersebut semakin meningkat, mengharuskan warga dan pemerintah untuk lebih waspada dan memberikan edukasi mengenai keselamatan di dekat area perairan.
Warga desa menyatakan bahwa mereka sangat berduka atas kejadian ini. Beberapa di antara mereka bahkan mengusulkan agar pihak berwenang melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada orang tua dan anak-anak mengenai potensi bahaya saat bermain di tepi sungai.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua orang tua untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak mereka, terutama saat bermain di dekat sungai atau area berbahaya lainnya. Selain itu, perlunya kebijakan yang lebih ketat terhadap pengawasan di sekitar daerah aliran sungai juga menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Dalam insiden ini, M Dzaki, yang dikenal sebagai bocah ceria di desanya, akan selalu dikenang oleh teman-teman dan keluarganya. Keluarga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan dan meminta semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
