Sorot Jogja – Sanaa, Yaman – Dua kapal tanker Saudi diserang, Trump ultimatum Iran dan Houthi [titlebase]. Kelompok Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan rudal balistik yang menghantam kapal tanker minyak milik Arab Saudi di perairan Laut Merah dan Teluk Aden pada Rabu (5/8). Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye pemblokiran maritim yang mereka deklarasikan terhadap armada Saudi.

Serangan pertama menargetkan kapal tanker bernama “Wafa” yang berada di lepas pantai kota pelabuhan Yanbu, sedangkan serangan kedua mengenai kapal tanker “Daisy” di Teluk Aden. Menurut Saree, kedua serangan ini adalah respons terhadap blokade yang diberlakukan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Baca juga:

“Kami akan terus memantau dan menghentikan pelayaran kapal-kapal tanker Saudi hingga blokade terhadap Yaman dicabut,” tegas Saree dalam pernyataannya melalui media sosial. Ia juga menyebutkan bahwa Houthi telah menargetkan delapan kapal tanker yang terafiliasi dengan Saudi sejak pengumuman blokade pada 20 Juli lalu.

Kekhawatiran atas serangan ini tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berdampak pada pasar energi global. Setelah serangan tersebut, harga minyak mentah dunia melonjak 1 persen, menyentuh kisaran $80 per barel, memperlihatkan betapa rentannya rantai pasokan energi saat ini.

Di tengah ketegangan yang meningkat, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum terhadap Iran dan kelompok Houthi, menekankan bahwa tindakan agresif terhadap kapal-kapal Saudi tidak dapat diterima. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk melindungi sekutu-sekutunya di kawasan, termasuk Arab Saudi, dan akan mengambil langkah-langkah tegas terhadap Iran jika serangan terus berlanjut.

Baca juga:

Dalam konteks ini, penting juga untuk dicatat bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengutuk serangan Houthi dan menyatakan dukungan penuh untuk Arab Saudi. Erdogan berkomunikasi dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi ancaman yang ada.

Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terbatas terhadap sejumlah sasaran militer Houthi di Yaman sebagai respons terhadap serangan-serangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Yaman sendiri telah terjebak dalam konflik berkepanjangan yang dimulai pada 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sana’a, memicu intervensi militer dari Saudi pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Dengan adanya situasi yang semakin memanas, dunia internasional tetap memantau perkembangan ini dengan cermat. Serangan terhadap dua kapal tanker Saudi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika konflik di kawasan tersebut, serta dampaknya yang luas terhadap stabilitas global.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.