Sorot JogjaBOGOR – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menjadi sorotan publik setelah Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rozi Putra, menyoroti Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor. Dalam rapat kerja yang digelar pada Rabu, 8 Juli 2026, Kang Rozi menegaskan bahwa SILPA yang ada menunjukkan adanya hak-hak warga, terutama yang miskin, yang belum terpenuhi. “Satu rupiah saja SILPA di Dinsos, itu artinya ada warga miskin, anak yatim, atau penyandang disabilitas yang tertunda haknya disampaikan tahun lalu,” ujarnya.

Rozi Putra, yang merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera, meminta Dinas Sosial untuk memberikan penjelasan terkait proses pemutakhiran data kemiskinan. Ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan terhadap Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN), mengingat banyak keluhan dari masyarakat mengenai ketidaksesuaian data kemiskinan yang mengakibatkan anak-anak dari keluarga tidak mampu gagal mendapatkan beasiswa sekolah.

Baca juga:

Di sisi lain, PKS juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada tanggal 8 Juli 2026, DPP PKS menegaskan bahwa kepergian Khamenei merupakan kehilangan besar bagi rakyat Iran dan umat Islam di seluruh dunia. PKS mengharapkan prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan aman, serta mengecam serangan udara sepihak yang dianggap melanggar hukum internasional, sejalan dengan komitmen PKS untuk menentang segala bentuk penjajahan dan penindasan.

Dalam konteks pendidikan politik, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar untuk membantu partai politik, termasuk PKS, dalam mendukung pembinaan dan pendidikan politik. Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol PBD, Lewi Isir, menyebutkan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk memperkuat kualitas demokrasi dan operasional partai-partai politik yang mendapatkan kursi di DPR Papua Barat Daya.

Namun, di tengah dinamika ini, PKS juga menghadapi tantangan internal. Komedian Narji Cagur baru saja mengumumkan kepindahannya dari PKS ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam pernyataannya, Narji menyebut bahwa ia menemukan kecocokan dan kesamaan pandangan politik dengan PSI setelah menjalin hubungan baik dengan partai tersebut. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyambut positif langkah Narji dan menganggap perpindahan kader sebagai hal yang biasa dalam dunia politik.

Baca juga:

Perkembangan ini menunjukkan bahwa Partai Keadilan Sejahtera tetap berupaya untuk menjadi suara bagi masyarakat, terutama dalam isu-isu kesejahteraan dan politik global. Melalui berbagai inisiatif dan pernyataan sikap, PKS berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Dengan keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial dan politik, Partai Keadilan Sejahtera berusaha untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan politik yang semakin sengit menjelang Pemilu 2029.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: