Sorot Jogja – Jelang vonis Nadiem, keluarga nyalakan lilin dan satukan doa di Taman Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (26/6). Acara yang digelar oleh istri Nadiem, Franka Franklin, dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk seniman dan budayawan. Doa bersama ini menjadi momen penting untuk memberikan dukungan moral menjelang pembacaan putusan hukum terhadap Nadiem terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjeratnya.
Franka mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran semua tamu yang meluangkan waktu untuk bersama-sama dalam doa. “Terima kasih kepada setiap keluarga, kerabat, sahabat yang malam ini meluangkan waktu untuk hadir dan berdiri bersama dengan kami,” ujarnya dengan penuh harapan.
Dalam acara yang berlangsung khidmat itu, Franka juga menekankan bahwa dukungan yang diterima menjadi sumber kekuatan bagi mereka sekeluarga dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama menjelang sidang vonis suaminya. “Tidak ada satu pun dari kita yang pernah membayangkan akan berada di titik ini. Menghadapi ketidakpastian dan rasa cemas setiap hari, tanpa tahu seperti apa akhir dari semua perjuangan ini,” tegasnya.
Jelang vonis Nadiem, keluarga nyalakan lilin dan satukan doa di Taman Menteng juga dihadiri oleh artis seperti Ariel Tatum, yang membacakan puisi sebagai bentuk dukungan moral. Acara ini menunjukkan solidaritas keluarga dan teman-teman dalam menghadapi proses hukum yang menimpa Nadiem, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Nadiem Makarim sendiri akan menjalani sidang pembacaan putusan pada Selasa (30/6). Ia dituntut dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar, serta uang pengganti senilai Rp5,67 triliun. Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook dan perangkat manajemen yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp2,18 triliun.
Franka menyatakan harapannya agar majelis hakim memberikan putusan yang adil dan suaminya bisa divonis bebas murni. “Kami mau berdoa agar keadilan masih bisa ditegakkan di Indonesia,” ungkapnya. Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini tidak dimaksudkan untuk meluapkan kemarahan atau kekecewaan, melainkan sebagai bentuk harapan dan solidaritas keluarga.
Acara doa bersama ini menjadi pengingat bahwa dalam situasi sulit seperti ini, mereka tidak sendirian. “Ada banyak orang yang berjalan bersama kami dalam perjuangan ini,” tambah Franka. Dengan harapan dan doa, keluarga besar Nadiem Makarim terus menunggu keputusan majelis hakim dengan penuh keinginan untuk mendapatkan keadilan yang seharusnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
