Sorot Jogja – Pada 14 Agustus 2026, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto, selaku Presiden Republik Indonesia, diundang oleh pemerintah Iran untuk menghadiri acara di Teheran. Undangan ini mencerminkan hubungan yang erat antara kedua negara, terutama di tengah penghargaan yang diberikan Iran dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjadi negara pertama yang mengucapkan selamat kepada Indonesia melalui video. Ia menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah simbol tekad dan kemajuan ekonomi yang pesat. Menurut Boroujerdi, hubungan antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin sejak Juli 1950, terus berkembang dengan baik.
Dalam video tersebut, Boroujerdi menegaskan pentingnya persahabatan yang dibangun di atas landasan saling menghormati dan budaya yang kaya. Ia berharap hubungan ini akan terus bertumbuh dalam berbagai bidang di masa depan, dan berdoa agar rakyat Indonesia selalu dilimpahi kebahagiaan.
Muzani juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Rahbar Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal pada 28 Februari 2026 akibat serangan militer. Muzani mengajak semua pihak untuk menghentikan perang dan mengutamakan diplomasi demi menjaga kedaulatan negara.
Dalam pidatonya, Muzani mengutip pesan Prabowo bahwa ‘seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak’, yang mencerminkan prinsip bebas aktif politik luar negeri Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa politik luar negeri Indonesia bertujuan untuk menjaga kepentingan nasional, tanpa berpihak pada satu blok tertentu.
Tindakan Iran yang mengundang Prabowo ke Teheran menjadi simbol penting dalam konteks geopolitik dan hubungan bilateral yang semakin kuat antara Indonesia dan Iran. Muzani: Prabowo diundang pemerintah Iran ke Teheran menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
Muzani juga mengingatkan bahwa Indonesia harus konsisten menolak perang sebagai solusi dari permasalahan internasional. Ia menegaskan bahwa kedaulatan dan kemerdekaan negara harus dihormati, dan seluruh bangsa di dunia perlu mencari jalan damai melalui dialog.
Dalam sidang tahunan MPR, Muzani menekankan pentingnya politik luar negeri yang berorientasi pada perdamaian dan keadilan sosial. Dengan undangan ini, diharapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Iran tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga dalam ekonomi dan budaya akan semakin erat di masa yang akan datang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
