Sorot Jogja – Proses pencarian Bayu Zulkarnaen, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, yang diduga hanyut di aliran sungai Cisadane, memasuki hari keempat. Bayu, yang berusia 36 tahun, hilang sejak Kamis malam (13/8/2026) setelah terjatuh dari jembatan penghubung kawasan Cipaku dan Pamoyanan.
Motor yang digunakan Bayu ditemukan di atas jembatan dalam keadaan menyala, namun keberadaan dirinya masih belum terdeteksi oleh tim pencari. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, bersama tim SAR gabungan, terus memantau proses pencarian dengan harapan dapat segera menemukan Bayu. Dedie menginstruksikan agar tim SAR tidak hanya menyisir aliran sungai tetapi juga mengangkat sampah yang ada di dasar sungai Cisadane untuk mempermudah pencarian.
“Kita masih ikhtiarkan agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran sungai Cisadane area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera, karena kita sudah masuk hari keempat,” ungkap Dedie Rachim saat meninjau lokasi pencarian.
Pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan melibatkan Basarnas, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran, dengan total personel mencapai 70 orang. Metode pencarian dilakukan dengan penyelaman dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini, hasil yang diharapkan belum tercapai.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik, mengonfirmasi bahwa Bayu adalah pegawai P3K yang bekerja sebagai pustakawan. Taufik menjelaskan bahwa Bayu terjatuh saat dalam perjalanan pulang usai rapat internal di kantornya. Saat kejadian, Bayu sempat menghubungi keluarganya melalui pesan singkat dan menyatakan sedang dalam perjalanan pulang.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga terlihat hadir di lokasi pencarian. Ia menyampaikan bahwa tim pencari akan terus berusaha hingga Bayu ditemukan. “Kami akan terus berupaya mencari dan menggali informasi dari masyarakat sekitar untuk menemukan Bayu,” ujarnya.
Pencarian di sungai Cisadane ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat dan masyarakat. Banyak yang berharap agar Bayu segera ditemukan dengan selamat, meskipun kondisi cuaca dan arus sungai yang deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
Di tengah pencarian yang berlangsung, keluarga Bayu masih dalam keadaan syok dan berharap ada kabar baik. Istri dan anak Bayu mendapatkan dukungan moral dari pemerintah dan masyarakat sekitar. “Kami sangat berharap agar suami dan ayah kami segera ditemukan,” ungkap istri Bayu dalam salah satu kesempatan.
Pencarian tim gabungan akan dilanjutkan hingga ada titik terang mengenai keberadaan Bayu, dengan harapan semua usaha yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang diinginkan. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas mengenai proses pencarian ini dan tetap memberikan dukungan kepada keluarga Bayu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
