Sorot Jogja – Perang yang berkecamuk di Jalur Gaza telah mencapai tingkat kekejaman yang mengkhawatirkan, dengan PBB: Israel terus lakukan genosida di Palestina, 30 persen korban tewas di Gaza adalah anak-anak [titlebase]. Ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB, Justice S. Muralidhar, mengungkapkan hasil penyelidikan yang menunjukkan pola penargetan terhadap anak-anak, termasuk bayi, dalam operasi militer Israel di wilayah tersebut. Dalam wawancara eksklusif, Muralidhar menyebutkan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa serangan tersebut tidak hanya mengincar anggota Hamas, tetapi juga warga sipil tak bersalah, termasuk anak-anak yang tengah menyusui.

Sejak dimulainya konflik, sekitar 73.066 warga Palestina telah kehilangan nyawa, dengan lebih dari 21.500 di antaranya adalah anak-anak. PBB melaporkan bahwa sekitar 30 persen dari total korban tewas adalah anak-anak, sebuah angka yang sangat memprihatinkan. “Kami melihat sebuah pola yang terencana, di mana anak-anak menjadi target, dan ini jelas merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” ujar Muralidhar.

Baca juga:

Data dari Kantor Media Pemerintah Gaza menunjukkan lebih dari 90 persen wilayah Gaza mengalami kerusakan, dengan 2,4 juta penduduk terdampak langsung oleh konflik ini. Banyak dari mereka yang menderita kelaparan dan pengungsian akibat serangan yang terus berlangsung. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa lebih dari 223 ribu ton bahan peledak telah dijatuhkan selama perang, yang sebagian besar menghancurkan infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit.

PBB juga mengingatkan bahwa perluasan wilayah yang dikuasai Israel di Gaza sejak gencatan senjata Oktober 2025 sangat berbahaya bagi warga sipil. Penyerangan yang berkelanjutan di dekat wilayah yang menjadi basis kekuatan Israel meningkatkan risiko bagi penduduk sipil. Laporan menyebutkan bahwa 196 orang, termasuk 43 anak-anak, tewas dalam serangan yang terjadi di dekat wilayah yang dikuasai oleh Israel.

Selain itu, Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Eli Cohen, menyatakan bahwa Israel akan terus memperluas kendalinya atas Jalur Gaza hingga mencapai 100 persen. Pernyataan ini mencerminkan niat Israel untuk tidak memberikan ruang bagi Hamas, meskipun hal ini berpotensi meningkatkan jumlah korban sipil, termasuk anak-anak. “Kendali Israel atas wilayah tersebut akan terus meningkat,” ungkap Cohen.

Baca juga:

Dampak krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, dengan banyak keluarga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka. Sekitar 39 ribu keluarga mengalami pembantaian, dan lebih dari 2.700 di antaranya kehilangan seluruh anggotanya. Dalam sesi pemakaman yang menyedihkan, anggota Bulan Sabit Merah Palestina terus menguburkan rekan-rekan mereka yang jadi korban serangan Israel.

Dengan situasi yang semakin memburuk, PBB mendesak komunitas internasional untuk memberikan perhatian lebih terhadap krisis ini dan melakukan tindakan nyata untuk menghentikan genosida yang berlangsung di Gaza. PBB: Israel terus lakukan genosida di Palestina, 30 persen korban tewas di Gaza adalah anak-anak [titlebase] menjadi seruan mendesak bagi dunia untuk tidak tinggal diam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: