Sorot JogjaFacebook, yang merupakan bagian dari perusahaan teknologi Meta, siap menghadapi peradilan besar yang dapat berdampak signifikan pada operasinya. Peradilan ini dipicu oleh gugatan 30 negara bagian di Amerika Serikat, termasuk California dan New York, yang mengklaim bahwa Facebook telah melanggar hukum privasi federal dan negara bagian untuk anak-anak.

Gugatan ini juga mencakup permintaan untuk mengubah beberapa fitur pada Facebook dan Instagram, termasuk mengakhiri sistem “like” dan “scroll” yang tak terbatas. Jika Meta ultimately kalah dalam kasus ini, dapat memaksa perubahan fundamental dalam cara remaja mengalami media sosial.

Baca juga:

Salah satu fitur yang diminta untuk diubah adalah sistem notifikasi yang sering, yang dapat membuat anak-anak lebih sulit untuk menggunakan platform dengan lebih sedikit. Negara-negara yang menggugat Meta juga meminta perubahan lainnya, seperti membuatnya lebih sulit untuk anak-anak untuk mengakses platform dengan lebih mudah.

Meta telah menolak klaim ini, dan menyatakan bahwa mereka memiliki komitmen lama untuk mendukung anak-anak. Namun, jika peradilan ini tidak berjalan dengan baik bagi Meta, dapat berdampak signifikan pada operasinya.

Baca juga:

Peradilan ini akan dimulai pada tanggal 14 Februari 2023, dan dapat berdampak pada nilai saham Meta, yang sekarang berada di sekitar $1,5 triliun.

Apakah Meta akan dapat menghadapi peradilan ini dengan baik? Hanya waktu yang akan memberitahu.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.