Sorot Jogja – Kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian yang mengerikan ini terjadi di sebuah bengkel di Jalan Adi Sumarmo, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (22/7/2026). Dalam insiden tersebut, seorang montir bernama Bagas Eko Prasetyo (20) kehilangan nyawanya setelah berusaha melompat dari lift barang yang tiba-tiba anjlok.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi ketika Bagas dan rekannya, Muhammad Nursahid (56), sedang memindahkan barang dari lantai dua ke lantai satu menggunakan lift barang. Lift yang digunakan seharusnya hanya untuk mengangkat barang, namun saat itu kedua pekerja tersebut terpaksa menggunakannya untuk aktivitas yang berisiko.
Ketika lift mulai bergerak, tali seling yang berfungsi sebagai pengaman diduga tidak terpasang dengan baik, sehingga pengait tali seling terlepas. Hal ini mengakibatkan lift kehilangan penahannya dan jatuh mendadak. Dalam situasi yang penuh kepanikan tersebut, Bagas berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari lift, namun naas, upayanya tidak berhasil dan ia mengalami luka fatal di leher.
Pihak kepolisian setempat, melalui Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, mengungkap bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan kerja ini,” ujarnya. Saat ini, rekan Bagas yang juga tertimpa lift, Muhammad Nursahid, masih dirawat di RSUD Dr. Moewardi Solo dengan kondisi luka berat.
Tragedi lift anjlok di Solo ini memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Solo, Sonny, yang menekankan pentingnya evaluasi terhadap standar keselamatan kerja di lingkungan usaha swasta. Menurut Sonny, meskipun insiden ini terjadi di perusahaan swasta, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa alat-alat kerja yang digunakan memenuhi standar keselamatan yang diperlukan.
“Penggunaan lift barang yang tidak sesuai peruntukannya ini menjadi perhatian serius. Kami harus memastikan bahwa semua alat kerja, termasuk lift, berfungsi dengan baik dan aman untuk digunakan,” ungkapnya. Ia juga menekankan perlunya perlindungan bagi pekerja, termasuk kepastian adanya BPJS Ketenagakerjaan untuk para karyawan.
Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Solo. Kasus-kasus kecelakaan kerja lainnya juga menunjukkan pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di setiap sektor. Kecelakaan kerja secara nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 319.382 kasus, yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah dan pengusaha.
Dengan demikian, kronologi montir di Solo tewas setelah lompat dari lift anjlok, terungkap detik-detik kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pelaku usaha untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja. Kecelakaan ini diharapkan dapat mendorong adanya perubahan positif dalam pengawasan dan penerapan standar keselamatan di tempat kerja, demi melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
