Sorot Jogja – Blunder cadangkan Son Heung-min, presiden Korea Selatan murka dan sebut penunjukkan pelatih berdasarkan orang dalam [titlebase]. Kegagalan Timnas Korea Selatan melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 mengguncang dunia sepak bola negeri Ginseng. Setelah kalah dari Afrika Selatan, Taeguk Warriors hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga laga dan gagal lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Kekecewaan ini memicu kemarahan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang menilai ada praktik nepotisme dalam penunjukan pelatih.
Kapten tim, Son Heung-min, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung melalui media sosial setelah hasil buruk tersebut. Ia mengimbau agar para suporter tetap mendukung timnya daripada melontarkan kritik tajam. “Saya ingin meminta maaf yang tulus kepada seluruh warga negara yang telah mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional,” ungkapnya.
Dalam ajang Piala Dunia kali ini, Korea Selatan mengawali perjalanan dengan baik, yaitu meraih kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Namun, harapan untuk melaju lebih jauh kandas setelah dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan. Hasil ini menciptakan ketegangan dalam publik, di mana banyak yang menyalahkan pelatih Hong Myung-bo, yang dinilai terlalu lambat dalam mengambil keputusan taktis dan melakukan blunder cadangkan Son Heung-min.
Presiden Lee Jae-myung mengekspresikan kekecewaannya setelah kegagalan ini. Ia mengaku terkejut dan bingung dengan hasil yang tidak terduga ini. Lee juga meminta kementerian olahraga untuk melakukan penyelidikan mendalam mengenai pengelolaan sepak bola nasional, terutama dalam hal penggunaan anggaran negara untuk timnas. “Saya merasa lebih dari sekedar bingung, saya benar-benar tercengang,” katanya. Ia menuntut agar proses pemilihan pelatih diperiksa, karena dinilai tidak berdasarkan kompetensi yang tepat.
Hong Myung-bo, yang sebelumnya merupakan kapten legendaris Korea Selatan dan membawa timnya ke semifinal Piala Dunia 2002, kini harus menghadapi kritik tajam. Setelah pengunduran dirinya diumumkan, banyak media sosial yang membahas bagaimana wajahnya diblur di siaran TV nasional saat konferensi pers. Ini menunjukkan betapa besarnya kemarahan publik terhadapnya.
Tidak hanya di media sosial, kemarahan publik juga merembet ke kehidupan sehari-hari. Beberapa tempat usaha bahkan memasang papan pengumuman bertuliskan “Hong Myung-bo dilarang masuk”. Salah satu pemilik restoran mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat performa buruk tim saat menghadapi Afrika Selatan. “Melihat pertandingan Piala Dunia kemarin membuat saya sangat marah,” ujarnya.
Hasil yang mengecewakan ini juga membawa sorotan pada KFA (Korea Football Association) yang dinilai lemah dalam pengelolaan tim. Banyak yang berharap agar ke depan, KFA dapat lebih transparan dalam memilih pelatih dan memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak terpengaruh oleh faktor-faktor luar yang tidak profesional.
Dalam hal ini, blunder cadangkan Son Heung-min menjadi salah satu titik sorot yang menambah daftar panjang kesalahan dalam manajemen timnas. Dengan banyaknya kritik yang mengalir, para pendukung sepak bola Korea berharap bisa melihat perubahan yang signifikan dalam pengelolaan timnas ke depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
