Sorot Jogja – Piala Dunia FIFA 2026 telah menyajikan berbagai statistik yang menarik, terutama mengenai penampilan Lionel Messi yang mencuri perhatian di panggung internasional. Dalam peringkat terbaru yang dirilis oleh The New York Times, Messi berhasil menduduki posisi teratas, mengungguli nama-nama besar seperti Kylian Mbappé, Rodri, dan Jude Bellingham. Ini menunjukkan bahwa Messi tidak hanya menjadi ikon bagi Argentina, tetapi juga menjadi pemain dengan dampak terbesar dalam turnamen ini.

Meski Argentina tidak memiliki banyak pemain di jajaran 10 besar, Messi tetap menjadi satu-satunya wakil dari negara tersebut. Sementara itu, tim-tim dari Spanyol dan Prancis mendominasi dengan enam pemain di antara sepuluh peringkat teratas. Peringkat ini tidak hanya berdasarkan jumlah gol, tetapi juga kontribusi keseluruhan selama turnamen, termasuk assist dan pengaruh dalam permainan.

Baca juga:

Namun, di balik kesuksesan di lapangan, terdapat sisi kelam yang muncul selama Piala Dunia ini. Menurut UK Football Policing Unit, insiden kekerasan domestik di Inggris dan Wales mencapai angka tertinggi yang pernah tercatat selama turnamen sepak bola. Tercatat sebanyak 384 insiden kekerasan domestik dilaporkan, meningkat 9% dari Euro 2024 dan meningkat 223% dibandingkan Piala Dunia 2022. Lonjakan angka ini sebagian besar dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memperpanjang jam buka pub, yang berkontribusi pada peningkatan konsumsi alkohol dan kekerasan.

Ketua Kepolisian Nasional, Mark Roberts, menyatakan bahwa situasi ini menunjukkan pola yang sering terjadi selama acara olahraga besar, di mana konsumsi alkohol yang tinggi berbanding lurus dengan meningkatnya masalah kekerasan. Jumlah total insiden sepak bola yang terkait dengan Piala Dunia ini mencapai 2,322, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan turnamen sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak momen bahagia, ada juga dampak sosial yang perlu diperhatikan.

Baca juga:

Selain itu, kontroversi juga mewarnai pertandingan semi-final antara Prancis dan Spanyol, di mana wasit Ivan Barton mendapatkan kritik tajam dari mantan manajer Prancis, Didier Deschamps. Barton mempertahankan kredibilitasnya dan menyatakan bahwa komentar Deschamps tidak mempengaruhi profesionalismenya. Dukungan datang dari Pierluigi Collina, ketua Komite Wasit FIFA, yang menegaskan bahwa proses pemilihan wasit untuk pertandingan besar seperti itu sangat ketat.

Dengan semua statistik Piala Dunia FIFA yang beragam, baik di lapangan maupun di luar lapangan, jelas bahwa turnamen ini bukan hanya tentang permainan, tetapi juga tentang dampaknya terhadap masyarakat. Messi tetap menjadi sorotan utama, tetapi kita tidak boleh melupakan tantangan sosial yang muncul di tengah perayaan sepak bola ini.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.