Sorot Jogja – Xavi Hernandez, mantan gelandang legendaris yang kini menjadi pelatih, resmi diumumkan sebagai pelatih baru Tim Nasional Belanda pada pertengahan Agustus 2026. Penunjukan ini menggantikan Ronald Koeman yang mundur setelah Piala Dunia 2026. Alasan Xavi Hernandez mau jadi pelatih timnas Belanda [titlebase] berkaitan erat dengan pengalamannya melatih sejumlah pemain kunci asal Belanda di Barcelona sebelumnya.
Selama periode melatih Barcelona dari 2021 hingga 2024, Xavi menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap tiga pemain Belanda, yaitu Frenkie de Jong, Memphis Depay, dan Luuk de Jong. Frenkie de Jong, gelandang berusia 29 tahun, menjadi salah satu andalan Xavi dengan 107 penampilan dan kontribusi 8 gol serta 7 assist. De Jong dikenal sebagai pengatur tempo permainan dan memiliki kemampuan membawa bola yang sangat baik, menjadikannya vital dalam skema permainan Xavi.
Memphis Depay juga menjadi sorotan selama masa kepelatihan Xavi. Meskipun masa kerjasama mereka terganggu oleh cedera, Depay tetap berhasil mencetak 8 gol dalam 26 laga. Gol pertama yang dicetaknya di bawah Xavi menjadi penentu kemenangan atas Espanyol, menunjukkan bahwa ia adalah pemain penting dalam strategi tim. Kini, dengan kembali bersatu di timnas, Xavi berharap bisa mengoptimalkan potensi Depay untuk meraih kesuksesan lebih besar.
Luuk de Jong, yang juga pernah dilatih oleh Xavi, turut memberikan kontribusi dengan mencetak 6 gol dari 20 pertandingan. Meskipun waktu mereka bersama di Barcelona terbatas, Xavi mengenal dengan baik gaya permainan De Jong dan berpotensi menghadirkannya kembali ke dalam skema timnas Belanda.
Pengalaman Xavi dalam menangani pemain-pemain Belanda ini menjadi alasan kuat mengapa ia mau jadi pelatih timnas Belanda [titlebase]. Ia memiliki kedekatan dengan para pemain ini, yang dapat mempermudah transisi dan integrasi strategi permainan yang diinginkan ke dalam tim nasional. Xavi menginginkan pendekatan yang lebih modern dan dinamis, serta mengandalkan kualitas individu para pemain untuk mencapai hasil yang optimal di kompetisi internasional mendatang.
Mengambil alih kursi pelatih timnas Belanda, Xavi tentunya dihadapkan pada tantangan besar. Namun, dengan pengalaman dan rekam jejaknya di klub, ia optimis dapat memimpin tim menuju kesuksesan di pentas dunia. Pengalamannya di Barcelona, di mana ia berhasil mengembangkan pemain muda dan membangun tim yang kompetitif, diharapkan dapat diterapkan di timnas Belanda.
Dalam wawancaranya, Xavi menegaskan komitmennya untuk membawa timnas Belanda kembali ke jalur kejayaan. Ia berharap bisa memanfaatkan pengalaman masa lalunya dan hubungan baik dengan para pemain untuk menciptakan sinergi yang kuat dalam tim. Alasan Xavi Hernandez mau jadi pelatih timnas Belanda [titlebase] ternyata bukan hanya sekadar ambisi pribadi, melainkan juga sebagai bentuk dedikasi untuk mengembangkan sepak bola Belanda ke level yang lebih tinggi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
