Sorot Jogja – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengungkapkan optimisme dan kesiapan lembaganya dalam melakukan perombakan struktural. Dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat pada Selasa (21/7/2026), Arumsari memperkenalkan lima pejabat baru yang diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat organisasi dan memaksimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perombakan tersebut mencakup pengangkatan Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Ketut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum di Kejaksaan Agung.

Baca juga:

Agustina Arumsari menekankan pentingnya tim baru ini dalam memperbaiki berbagai program yang ada di BGN, terutama program MBG yang diharapkan dapat memberikan akses makanan bergizi bagi masyarakat. “Kami senang karena memang kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Arumsari.

Dalam kesempatan yang sama, Arumsari juga menyampaikan bahwa BGN tengah melakukan evaluasi terhadap anggaran program MBG yang sebelumnya dipatok sebesar Rp 268 triliun. Dia optimis bahwa anggaran tersebut akan berkurang setelah evaluasi mendalam dilakukan. “Kami diberi waktu oleh Bapak Presiden selama satu bulan untuk mempertajam kembali tata kelola anggaran ini,” ujarnya.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Prima Yosephine Hutapea, menambahkan bahwa dia bertanggung jawab dalam menetapkan sasaran hingga target penerima manfaat program MBG. Prima yang memiliki pengalaman dalam mengelola program kesehatan di Kementerian Kesehatan, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penetapan sasaran yang tepat.

Baca juga:

Dalam beberapa pekan ke depan, BGN akan melakukan penyisiran ulang data penerima manfaat program MBG. Agustina Arumsari menyatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 63,626 juta sasaran. Namun, angka tersebut berpotensi turun setelah evaluasi dilakukan. “Kami yakin bahwa angkanya akan berubah dan kemungkinan akan turun dari angka sebelumnya,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran dan memastikan bahwa program MBG dapat berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi di masyarakat.

Melalui langkah-langkah ini, BGN bertekad untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan efektivitas program Makan Bergizi Gratis. Pembenahan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses makanan bergizi.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.