Sorot Jogja – Dalam sebuah saga yang penuh emosi dan ketegangan, Sarwendah Tan kini menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan penolakannya terhadap harta gono-gini yang diberikan oleh mantan suaminya, Ruben Onsu. Setelah perceraian pada tahun 2024, permasalahan hak asuh anak dan pembagian aset menjadi isu yang menghangat di kalangan masyarakat.
Baru-baru ini, Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa ia merasa dirugikan dengan aset yang diserahkan. Rumah mewah yang seharusnya menjadi bagian dari harta bersama ternyata masih memiliki utang bank yang fantastis. “Klien kami tidak mau diberikan harta gono-gini yang seperti itu,” ujar Chris, menambahkan bahwa aset tersebut kini terdaftar dalam daftar lelang bank.
Mediasi hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu juga berakhir tanpa kesepakatan. Setelah sesi mediasi yang berlangsung emosional, Sarwendah terlihat menangis, mengkhawatirkan dampak konflik ini terhadap psikologis kedua putrinya. “Saya lebih memikirkan dampak yang mungkin dirasakan kedua putri saya dibanding persoalan lain,” ungkapnya, menekankan bahwa sebagai seorang ibu, ia hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.
Sarwendah juga mengungkapkan bahwa ia telah mencoba menghubungi Ruben untuk memberitahukan alamat rumah barunya. Namun, komunikasi tersebut tidak berjalan lancar, dengan pesan yang hanya centang satu, menunjukkan bahwa Ruben tidak menerima pesan tersebut. “Saya tidak pernah berniat membatasi akses Ruben sebagai ayah untuk bertemu anak-anak kami,” ujarnya.
Di tengah situasi yang rumit ini, Sarwendah bertekad untuk tetap mandiri secara finansial dan berusaha menafkahi anak-anaknya tanpa bergantung pada Ruben. Ia menegaskan pentingnya memberikan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kepada anak-anak mereka. Aktris senior, Emma Waroka, turut berkomentar bahwa kedua anak mereka berhak mendapatkan kasih sayang penuh dari ayah dan ibunya.
Pindah rumah juga menjadi salah satu langkah yang diambil Sarwendah untuk menciptakan suasana yang lebih tenang bagi dirinya dan anak-anak. “Butuh perjuangan saya untuk menjelaskan ‘kenapa harus pindah’ kepada anak-anak,” kata Sarwendah, menekankan pentingnya menjaga perasaan anak-anaknya dalam proses ini.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapinya, Sarwendah Tan menunjukkan keteguhan hati dan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka, meskipun dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Keputusan-keputusan yang diambilnya, baik dalam hal harta gono-gini maupun hak asuh anak, menunjukkan betapa besar perhatian dan kasih sayangnya sebagai seorang ibu.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
