Sorot Jogja – Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terungkap di sidang Ruben Onsu sulit bertemu anak selama 2 tahun, Sarwendah: Demi kebahagiaan anak. Kasus yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah ini telah menarik perhatian publik karena ketegangan yang melibatkan hak asuh anak. Ruben Onsu, yang telah mengajukan gugatan hak asuh, mengungkapkan bahwa ia masih berkomunikasi dengan anak-anaknya meskipun situasi yang dihadapi tidaklah mudah.
Ruben Onsu, yang kini berusia 42 tahun, menjelaskan bahwa komunikasi dengan anak-anaknya tetap terjalin melalui pesan singkat. Ia memahami bahwa anak-anaknya memiliki banyak kegiatan, sehingga tidak selalu dapat membalas pesan dengan cepat. “Masih, masih chat-an sama anak-anak gitu ya,” ungkap Ruben kepada awak media. Meskipun ia merindukan anak-anaknya, Ruben memilih untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan tidak ingin perasaan rindu tersebut membuatnya terpuruk.
Sementara itu, Sarwendah, mantan istri Ruben, melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menyatakan keprihatinan atas dampak terbukanya konflik ini terhadap anak-anak mereka. Menurutnya, semua pihak dalam konflik ini, termasuk Ruben, Sarwendah, dan anak-anak, berada dalam posisi kalah. “Saya jujur, kami melihat sekarang ini semuanya kalah. Baik Bang Minola, saya, Ruben, Wenda semuanya kalah. Karena hal yang kita jaga akhirnya terbongkar semua,” ujar Chris.
Kasus ini bermula setelah Ruben dan Sarwendah resmi bercerai pada 24 September 2024. Dalam proses perceraian, isu hak asuh anak tidak dibahas. Namun, ketidakpuasan Ruben terhadap kesepakatan yang ada, terutama terkait waktu bertemu dengan anak-anak, membawanya untuk menggugat hak asuh dan perwalian anak ke pengadilan pada 30 Juni 2026. Ruben ingin mendapatkan waktu bertemu anak selama dua hingga tiga hari dalam seminggu, tetapi merasa haknya tidak berjalan dengan baik.
Sidang perdana untuk gugatan ini digelar pada 15 Juli 2026. Sayangnya, sidang-sidang selanjutnya seringkali harus ditunda. Terakhir, pada 6 Agustus 2026, sidang kembali ditunda karena hakim mediator berhalangan hadir. Chris Sam Siwu menyampaikan, “Dapat info ternyata hakim mediatornya berhalangan. Jadi kita tunggu lagi mediasi selanjutnya.” Dengan penundaan ini, harapan untuk penyelesaian yang lebih baik bagi anak-anak mereka tampaknya semakin jauh.
Persoalan ini menyoroti betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh kedua orang tua dalam mempertahankan hubungan yang sehat demi anak-anak mereka. Sarwendah mengungkapkan bahwa mereka akan fokus pada proses persidangan dan tidak akan memberikan tanggapan di luar proses hukum untuk meredakan konflik yang ada. “Kami tidak akan mau lagi menanggapi di luar dari hari ini. Karena buat kami tidak ada yang menang atau kalah,” jelas pihak Sarwendah.
Terungkap di sidang Ruben Onsu sulit bertemu anak selama 2 tahun, Sarwendah: Demi kebahagiaan anak, menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kebahagiaan anak harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun dalam kondisi yang sulit. Kedua orang tua diharapkan dapat menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan ini demi masa depan anak-anak mereka yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
