Sorot JogjaLisa Mariana, selebgram yang kini tengah menjadi sorotan publik, terlibat dalam kontroversi terkait dugaan penipuan yang dilaporkan oleh model Dewi Wulan Sari. Kasus yang berawal dari transaksi jual beli piyama online ini semakin memanas setelah diketahui bahwa Lisa juga diduga melanggar kesepakatan endorse yang telah disepakati.

Pada pertengahan tahun 2025, Dewi Wulan Sari melaporkan Lisa Mariana ke Polres Jakarta Timur, mengklaim telah mengalami kerugian mencapai Rp18,9 juta. Menurut Dewi, setelah melakukan pembayaran untuk pembelian piyama, barang tersebut tidak kunjung diterima. Selain itu, ada juga masalah terkait utang-piutang yang membuat situasi semakin rumit.

Baca juga:

Dalam perkembangan terbaru, Lisa Mariana melalui akun Threads-nya menyatakan bahwa ia merasa difitnah, menyebutkan tuduhan yang dialamatkan kepadanya sangat tidak adil. “Keji banget!” tulisnya dalam utas tersebut, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap perlakuan yang diterimanya.

Menyikapi situasi ini, akademisi Ali Arif Setiawan memberikan tanggapannya mengenai pentingnya kehati-hatian dalam bertransaksi online, terutama ketika melibatkan produk yang dipromosikan oleh publik figur. “Masyarakat perlu lebih kritis dan teliti sebelum melakukan pembelian, terutama jika melibatkan selebriti atau influencer. Hal ini penting untuk menghindari penipuan yang dapat merugikan,” jelasnya.

Ali juga menekankan bahwa endorsement seharusnya menjadi jaminan bagi konsumen bahwa produk yang dipromosikan adalah berkualitas dan terpercaya. Namun, jika terjadi pelanggaran seperti yang diduga dilakukan oleh Lisa Mariana, maka hal ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem endorsement secara keseluruhan.

Baca juga:

Dalam dunia digital marketing, endorsement adalah metode yang umum digunakan untuk mempromosikan produk. Namun, jika selebriti atau influencer tidak memenuhi komitmen mereka, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi brand yang mereka wakili.

Sementara itu, kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan Dewi Wulan Sari merasa lega karena laporannya telah naik sidik. “Saya hanya ingin keadilan. Ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang kepercayaan yang dilanggar,” ungkapnya.

Lisa Mariana, yang dikenal luas di media sosial, kini harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya. Publik pun menantikan keputusan dari pihak berwenang mengenai kasus ini. Apakah Lisa akan dapat membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar, atau justru sebaliknya, akan menjadi sorotan yang menarik untuk diikuti.

Baca juga:

Dengan semakin maraknya kasus penipuan online, penting bagi konsumen untuk lebih waspada. Tanggapan akademisi soal Lisa Mariana yang diduga langgar kesepakatan endorse ini tentunya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu berhati-hati dalam bertransaksi di dunia maya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.