Sorot Jogja – Pasar saham Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah investor saham resmi yang telah menembus angka 10.052.059 Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026. Pencapaian ini merupakan pertumbuhan sebesar 16,83% tahun-ke-tahun (ytd) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa tren positif ini menunjukkan semakin luasnya inklusi pasar modal di tanah air.

Menurut Kautsar, pencapaian ini mencerminkan partisipasi masyarakat yang semakin meningkat dalam berinvestasi di pasar modal. Selain itu, total investor pasar modal di Indonesia mencatatkan angka yang lebih mengesankan dengan mencapai 30.274.265 SID, melonjak 48,78% (ytd) dari posisi akhir tahun lalu.

Baca juga:

Dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan ini, BEI telah melaksanakan rangkaian kegiatan seperti Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan tercatat dan investor.

Sementara itu, di pasar global, Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang dipimpin oleh miliarder Warren Buffett, melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebesar USD 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,1 triliun pada kuartal kedua tahun ini. Langkah ini menandakan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway, Greg Abel, mulai menggunakan sebagian besar cadangan kas perusahaan untuk ekspansi dan investasi. Pada kuartal ini, Berkshire juga mencatatkan laba operasional yang tumbuh 16% menjadi hampir USD 13 miliar, didorong oleh kinerja divisi manufaktur dan jasa.

Di sisi lain, pada awal Agustus 2026, dua direktur dari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan divestasi dengan melepas saham mereka. Direktur Bambang Soetiono melepas 2,74 juta saham dengan nilai total Rp 3,97 miliar, sedangkan Direktur Jimmy Tandyo melepas 1,3 juta saham senilai Rp 1,99 miliar. Harga saham AKRA pada saat itu tercatat turun 0,70% menjadi Rp 1.420 per saham.

Baca juga:

Di bursa saham Indonesia, investor asing juga menunjukkan minat yang besar dengan total net buy mencapai Rp 1,24 triliun pada perdagangan 7 Agustus 2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling diburu, diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Meskipun demikian, secara kumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp 71,29 triliun, menandakan ada tantangan yang harus dihadapi dalam menarik kembali aliran dana asing ke Indonesia.

Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah investor saham dan aktivitas perdagangan yang meningkat menunjukkan potensi pasar modal Indonesia yang semakin menarik. Dengan langkah-langkah yang diambil oleh BEI dan perusahaan-perusahaan besar seperti Berkshire Hathaway, harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi investor saham di Indonesia semakin membara.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: