Sorot Jogja – Ekspor melesat usai blokade, Iran jual minyak 20 persen lebih mahal, menjadi berita hangat di dunia energi. Setelah Amerika Serikat mencabut blokade terhadap ekspor minyak Iran, negara tersebut langsung mengekspor minyak dalam jumlah besar. Menurut data dari TankerTrackers.com, volume ekspor minyak Iran telah mencapai 50 juta barel, yang setara dengan rata-rata 1,66 juta barel per hari pada Juni 2026.

Ekspor melesat usai blokade, Iran jual minyak 20 persen lebih mahal, karena permintaan minyak dunia yang masih tinggi. Iran berhasil mengekspor minyak dalam jumlah besar setelah blokade dicabut, dan ini membantu meningkatkan pendapatan negara. Diperkirakan, ekspor minyak tersebut menghasilkan pendapatan sekitar 3,5 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 62 triliun.

Baca juga:

Ekspor melesat usai blokade, Iran jual minyak 20 persen lebih mahal, juga membantu meningkatkan harga minyak di pasar global. Sebelum konflik, minyak Iran umumnya dipasarkan dengan potongan harga sekitar 10 hingga 15 dolar AS di bawah harga Brent. Namun, setelah blokade dicabut, Iran berhasil menjual minyak sekitar 20 persen lebih mahal dibandingkan sebelum konflik.

Ekspor melesat usai blokade, Iran jual minyak 20 persen lebih mahal, merupakan hasil dari nota kesepahaman yang ditandatangani antara AS dan Iran pada 17 Juni 2026. Kesepakatan tersebut membuka kembali Selat Hormuz dan memulai masa negosiasi 60 hari menuju perjanjian damai permanen. Iran juga menyatakan tetap mempertahankan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz meski perdagangan kembali normal.

Baca juga:

Kesimpulan dari ekspor melesat usai blokade, Iran jual minyak 20 persen lebih mahal, adalah bahwa Iran berhasil meningkatkan ekspor minyak dan pendapatan negara setelah blokade dicabut. Ini membantu meningkatkan harga minyak di pasar global dan membantu Iran mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: