Sorot Jogja – Sidang memanas Richard Lee cecar dokter Nanang hingga sebut nama Doktif, kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Kamis (30/7/2026). Namun, persidangan ini harus ditunda karena ketidakhadiran para saksi yang seharusnya memberikan keterangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan bahwa empat saksi penting tidak hadir, yang terdiri dari Dokter Samira selaku pelapor dan tiga saksi lainnya yang sedang menjalani umrah.

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Jonathan Suranta Martua, menjelaskan bahwa ketidakhadiran saksi-saksi ini disertai dengan alasan tertulis. “Kami sudah berupaya memanggil saksi-saksi tersebut agar proses pembuktian bisa berjalan, namun tidak ada satu pun yang hadir,” ujar Jonathan. Dalam sidang tersebut, Richard Lee menyatakan kekecewaannya, merasa waktu yang dihabiskannya di tahanan tidak sebanding dengan penundaan yang terjadi.

Baca juga:

Richard Lee, yang saat ini masih menjalani masa tahanan, juga telah mengajukan pengalihan penahanan agar dapat bertemu dengan anaknya. Kuasa hukumnya, Faizal Hafied, mengungkapkan harapan Richard untuk dapat segera berkumpul dengan keluarganya. “Kami memohon dengan dari sudut pandang kemanusiaan, seorang orangtua dengan anaknya,” jelas Faizal. Namun, permohonan tersebut belum dikabulkan oleh majelis hakim, yang menyatakan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan mereka.

Dalam persidangan sebelumnya, Richard Lee juga melontarkan sindiran kepada Doktif, yang kembali tidak hadir. “Kalau ngata-ngatain orang tapi enggak berani tampil itu ayam sayur,” tegas Richard. Ia menantang Doktif untuk hadir dalam sidang berikutnya dan mempertanggungjawabkan tuduhannya. Doktif, melalui media sosialnya, merespons dengan menyatakan bahwa ia tidak merasa terintimidasi oleh ancaman Richard.

Dari total tujuh saksi yang dijadwalkan, JPU hanya berhasil menghadirkan dua saksi, sementara lima lainnya tidak hadir karena berbagai alasan. Hal ini membuat Richard Lee semakin frustasi, terutama karena ia ingin segera menyelesaikan proses hukum yang sedang dijalani. Ia mengharapkan agar sidang selanjutnya dapat berjalan lebih efektif tanpa penundaan yang berkepanjangan.

Baca juga:

Proses hukum ini tidak hanya menjadi perhatian publik karena melibatkan tokoh terkenal, tetapi juga mengungkap dinamika antara Richard Lee dan Doktif. Saling tuduh dan tantangan antara kedua belah pihak semakin memperkeruh situasi di ruang sidang. Richard Lee menegaskan bahwa ia siap untuk membuka semua fakta yang ada, sementara Doktif menantang agar Richard segera mengeluarkan bukti yang ia klaim.

Dengan sidang yang terus berlanjut dan ketegangan yang semakin meningkat, publik tentunya akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Apakah Richard Lee akan berhasil mendapatkan keadilan yang ia cari, ataukah Doktif akan mampu mempertahankan posisinya dalam persidangan? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: