Sorot Jogja – Ketika kita membahas perubahan waktu, banyak orang mungkin bertanya, when is daylight saving time? Di Amerika Serikat, waktu daylight saving akan berakhir pada tanggal 1 November 2026. Pada hari itu, jam akan diputar kembali satu jam pada pukul 2 pagi, yang berarti kita akan mendapatkan tambahan satu jam tidur. Namun, perubahan ini tidak lepas dari kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat dan legislator.

Pemerintah AS telah lama melakukan diskusi mengenai kebijakan ini. Banyak orang merasa bahwa praktik mengubah jam dua kali setahun sudah tidak relevan dan mengganggu rutinitas sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, legislator dari kedua partai politik telah mengajukan berbagai proposal untuk mengakhiri praktik ini, baik dengan menjadikannya waktu permanen atau menghapusnya sama sekali. Meski demikian, perubahan tersebut belum terwujud karena kurangnya kesepakatan di Kongres.

Baca juga:

Pada bulan Juli 2026, Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan Sunshine Protection Act dengan suara 308-117, yang bertujuan untuk menjadikan daylight saving time permanen. Jika disetujui oleh Senat dan ditandatangani oleh Presiden, maka sebagian besar negara bagian akan menghilangkan perubahan jam yang dilakukan setiap bulan Maret dan November. Namun, hingga saat ini, langkah tersebut masih dalam proses dan belum ada kepastian kapan akan terealisasi.

Presiden Donald Trump sendiri telah menunjukkan dukungannya untuk menjadikan daylight saving time permanen, meskipun banyak kritik yang mengatakan bahwa langkah ini tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebuah editorial baru-baru ini mengungkapkan bahwa banyak ahli kesehatan dan tidur berpendapat bahwa sebaiknya kita kembali ke waktu standar sepanjang tahun. Mereka berargumen bahwa waktu standar lebih cocok dengan ritme sirkadian tubuh manusia dan dapat meningkatkan kualitas tidur serta keselamatan, terutama bagi anak-anak yang berangkat sekolah di pagi hari.

Di sisi lain, pendukung waktu daylight saving permanen berargumen bahwa kebijakan ini akan memberikan lebih banyak waktu di sore hari untuk beraktivitas di luar ruangan, berbelanja, dan mengurangi kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kegelapan malam. Mereka percaya bahwa keuntungan dari waktu lebih terang di sore hari lebih besar daripada kerugian dari pagi yang lebih gelap.

Baca juga:

Namun, sejarah menunjukkan bahwa perubahan waktu tidak selalu diterima dengan baik. Pada tahun 1970-an, Amerika Serikat pernah mencoba menerapkan waktu daylight saving secara permanen selama krisis energi, tetapi akhirnya dihentikan setelah banyak keluhan tentang anak-anak yang pergi ke sekolah saat masih gelap.

Dengan semua perdebatan ini, masyarakat terus menunggu kepastian mengenai when is daylight saving time yang akan berakhir. Apakah Kongres akan mencapai kesepakatan? Atau apakah kita akan terus hidup dengan perubahan jam yang membingungkan ini? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut.

Seiring dengan mendekatnya tanggal 1 November, masyarakat diharapkan untuk tetap siaga dan mengikuti perkembangan terbaru dari kebijakan waktu ini. Apakah kita akan segera melihat akhir dari perubahan waktu dua kali setahun? Atau apakah kita akan terjebak dalam kebingungan waktu yang berkepanjangan?

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.