Sorot Jogja – Senator AS pendukung setia Israel meninggal mendadak, ini penyebabnya menurut jubir. Lindsey Graham, seorang senator dari Carolina Selatan dan pendukung kuat mantan Presiden Donald Trump, meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, dalam usia 71 tahun. Kepergian Graham terasa mengejutkan bagi banyak pihak, termasuk para kolega dan penggemarnya di seluruh Amerika Serikat.
Graham baru saja pulang dari kunjungan kerja ke Ukraina, di mana ia bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk upaya perdamaian dengan Rusia. Dalam percakapan terakhirnya, Graham mengeluhkan sakit dada yang hebat kepada rekan senatnya, Tommy Tuberville. Graham mengatakan, “Dada saya sakit. Saya harus melakukan sesuatu,” sebelum percakapan berakhir secara mendadak.
Saat tiba di rumah, kondisi Graham semakin memburuk. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ia meninggal akibat robekan pada pembuluh darah Aorta, yang menyebabkan serangan jantung mendadak. Diseksi aorta, kondisi yang mengancam jiwa ini, terjadi ketika dinding pembuluh darah utama jantung robek, menyebabkan aliran darah yang tidak normal dan berpotensi fatal.
Juru bicara Graham menyatakan bahwa kematiannya disebabkan oleh kondisi kardiovaskular yang dikenal sebagai arteriosklerosis. Dalam rekaman panggilan darurat, petugas melaporkan adanya henti jantung, dan petugas medis bergegas ke lokasi untuk memberikan bantuan, namun sayangnya, Graham tidak dapat diselamatkan.
Presiden Donald Trump memberikan penghormatan kepada Graham, menyebutnya sebagai “Patriot sejati AS” dan tokoh yang akan dirindukan oleh seluruh warga negara. “Dia selalu bekerja keras dan merupakan salah satu senator terbaik yang pernah saya kenal,” kata Trump dalam sebuah wawancara, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam.
Lindsey Graham dikenal sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya dalam mendukung Israel. Ia telah menjadi bagian penting dari Partai Republik sejak awal karirnya di Senat pada tahun 2003, dan sering kali terlibat dalam diskusi mengenai keamanan nasional dan urusan internasional.
Kepergian Graham meninggalkan kekosongan yang signifikan di Senat. Jabatan yang ditinggalkannya sementara diisi oleh adik perempuannya, Darline Graham, yang berjanji untuk melanjutkan perjuangan politik sang kakak di Carolina Selatan. Gubernur Henry McMaster resmi menunjuk Darline untuk menjalani masa jabatan sampai pemilihan umum diadakan untuk menggantikan posisi Graham secara permanen.
Sejak berita kematian Graham menyebar, banyak tokoh politik dan masyarakat umum menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergiannya. Graham dianggap sebagai sosok yang tangguh dan berkomitmen, dan banyak yang mengingat dedikasinya terhadap pelayanan publik dan dukungan yang kuat terhadap kebijakan luar negeri AS yang pro-Israel.
Dengan demikian, senator AS pendukung setia Israel meninggal mendadak, ini penyebabnya menurut jubir, menjadi peringatan akan pentingnya kesehatan jantung serta dampak dari stres dan pekerjaan yang berat pada kesehatan seseorang, terutama di kalangan para politisi yang sering menghadapi tekanan tinggi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
