Sorot Jogja – Italia bantu Iran saat digempur AS selama 2 hari berturut-turut, ogah dukung Trump serang Teheran. Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat (AS) menghentikan serangan udara terhadap Iran selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu. Penghentian ini terjadi setelah hampir dua pekan serangan intensif yang telah mengakibatkan kerugian besar, baik di pihak Iran maupun AS.
Militer AS, di bawah keputusan Presiden Donald Trump, memutuskan untuk memberi ruang bagi dialog diplomatik dengan Iran. Sejak Jumat (24/7/2026), tidak ada serangan AS yang dilaporkan, dan Iran juga menahan diri dari serangan terhadap sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah. Hal ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang telah meningkat selama hampir lima bulan terakhir.
Pejabat militer AS menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan serangan ini sebagian besar disebabkan oleh menipisnya persediaan amunisi dan penilaian bahwa kampanye pengeboman telah mencapai batas efektivitas. Perundingan diplomatik diupayakan untuk memulihkan gencatan senjata yang sebelumnya ditandatangani, sementara mediator dari berbagai negara, termasuk Italia, berusaha untuk mendorong kedua belah pihak ke meja perundingan.
Iran, melalui juru bicara angkatan daratnya Mohammad Akraminia, telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menghentikan serangan balasan selama AS tidak melanjutkan pengeboman. Meskipun demikian, pihak Iran tetap skeptis terhadap niat AS, mengingat ketegangan yang telah berlangsung lama dan keraguan terhadap keseriusan Washington dalam menjalankan diplomasi. Pejabat senior Iran menyatakan, “Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan ini sudah disampaikan kepada Amerika Serikat.”
Ketegangan ini tidak hanya mengancam stabilitas di kawasan Timur Tengah tetapi juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, terutama di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas. Selama ini, Iran telah berupaya mempertahankan kemampuan militernya meskipun diserang secara intensif oleh AS, dan kemampuan mereka dalam melancarkan serangan balik menunjukkan bahwa Iran masih memiliki daya tahan yang signifikan.
Dalam konteks ini, Italia bantu Iran saat digempur AS selama 2 hari berturut-turut, ogah dukung Trump serang Teheran, menunjukkan sikap netral dan berkomitmen untuk mendukung penyelesaian diplomatik. Negara-negara Eropa lainnya juga diharapkan dapat berperan dalam mendorong dialog antara AS dan Iran, mengingat dampak konflik ini tidak hanya dirasakan oleh kedua negara tetapi juga oleh negara-negara kawasan dan ekonomi global.
Secara keseluruhan, upaya untuk menghentikan serangan dan membuka jalur diplomatik merupakan langkah yang penting dalam mencegah eskalasi lebih lanjut dari konflik yang telah berlangsung ini. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama dalam hal kepercayaan antara kedua pihak yang telah lama terpuruk. Dialog yang konstruktif dan komitmen untuk menahan diri dari tindakan agresif adalah kunci untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
