Sorot Jogja – Hari ketiga pemakaman Ali Khamenei, salat jenazah digelar sebelum prosesi keliling Iran, menandai akhir dari rangkaian upacara penghormatan yang berlangsung selama sepekan. Prosesi ini dimulai pada Jumat, 3 Juli 2026, di Musalla Besar Teheran dan dihadiri oleh jutaan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Pada Kamis, 9 Juli 2026, Ali Khamenei resmi dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza di Mashhad. Jenazahnya diarak menggunakan truk, sementara ribuan pelayat berpakaian hitam mengikuti di belakang, mengibarkan bendera Iran dan meneriakkan slogan-slogan menentang Amerika Serikat dan Israel. Proses pemakaman ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Iran, tetapi juga menarik perhatian dunia, dengan delegasi dari lebih dari 45 negara hadir untuk memberikan penghormatan.

Baca juga:

Rangkaian pemakaman ini juga diwarnai dengan lambaian bendera dan nyanyian penuh semangat dari para pelayat, menciptakan suasana yang penuh emosi. Upacara salat jenazah dipimpin oleh putra sulung Khamenei, Seyyed Mostafa Khamenei, yang diikuti oleh para pelayat baik di dalam kompleks makam maupun di sepanjang jalan yang dilalui jenazah. Momen ini menjadi simbol persatuan nasional dan keteguhan ideologi Republik Islam Iran di tengah situasi yang penuh ketegangan.

Dalam prosesi yang berlangsung selama sepekan tersebut, jenazah Khamenei dibawa ke beberapa kota suci di Iran dan Irak, termasuk Qom, Najaf, dan Karbala, sebelum akhirnya kembali ke Mashhad untuk dimakamkan. Selama perjalanan tersebut, para pelayat terus berdatangan dari berbagai daerah, menunjukkan cinta dan penghormatan mereka kepada sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Pemakaman ini juga dilaksanakan di tengah situasi keamanan yang ketat, mengingat adanya kekhawatiran akan serangan lebih lanjut dari pihak luar, khususnya Amerika Serikat dan Israel, yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei. Oleh karena itu, kehadiran Mojtaba Khamenei, putra dan penerus Khamenei, tidak terlihat pada acara tersebut demi alasan keamanan.

Baca juga:

Prosesi pemakaman ini telah menjadi salah satu peristiwa terbesar yang pernah disaksikan dalam sejarah Iran, dengan diperkirakan antara 41 hingga 43 juta orang ikut berpartisipasi. Hal ini mencerminkan dampak besar yang ditinggalkan Khamenei baik di dalam negeri maupun di kawasan.

Hari ketiga pemakaman Ali Khamenei, salat jenazah digelar sebelum prosesi keliling Iran, menandai perpisahan yang penuh makna bagi rakyat Iran. Masyarakat berharap, semangat perjuangan dan ideologi yang ditinggalkan oleh Khamenei akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: