Sorot Jogja – Di tengah proses perdamaian, Iran rayakan kehancuran 8 fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.

Perdamaian Amerika-Iran Diambang Kegagalan Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Pernah berprofesi sebagai Wartawan dan bekerja di industri pertambangan. Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Baca juga:

PENANDATANGANAN Memorandum Saling Pengertian (MoU) Islamabad pada 17 Juni 2026, yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sesungguhnya bukan fajar baru bagi perdamaian di Timur Tengah. Dokumen yang diteken secara jarak jauh oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian ini hanyalah sekadar jeda taktis dalam perang yang dianggap memang sudah melelahkan.

Kesepakatan ini lahir di tengah desakan kebutuhan ekonomi yang mencekik, baik di Iran maupun Amerika alias bukan dari keinginan tulus untuk benar-benar menghentikan permusuhan. Konflik yang meletus sejak 28 Februari 2026, telah menyeret kawasan ke ambang kehancuran.

Perang ini dipicu oleh serangan mematikan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei serta negosiator kunci Ali Larijani. Kendati MoU menetapkan gencatan senjata selama 60 hari dan janji pembukaan Selat Hormuz, realitas di lapangan masih menunjukkan kerapuhan yang sangat nyata.

Baca juga:

Kredibilitas kesepakatan terus tergerus oleh siklus kekerasan dan konflik yang tidak kunjung padam. Eskalasi militer pasca-penandatanganan membuktikan bahwa kedua belah pihak masih terjebak dalam dilema yang belum terselesaikan.

Di tengah proses perdamaian, Iran rayakan kehancuran 8 fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.

Kesimpulan, proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran masih sangat jauh dari harapan. Perang yang telah berlangsung selama hampir setahun masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.