Sorot Jogja – LEBAK, iNews.id – Dalam langkah signifikan yang mencerminkan komitmen Polri terhadap kesetaraan gender, AKBP Arninsi telah resmi ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak. Penunjukan ini menandai sejarah baru, di mana AKBP Arninsi menjadi perempuan pertama yang memimpin institusi kepolisian di wilayah tersebut. Penggantian ini terjadi dalam rangka mutasi Polri terbaru yang diumumkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP/2026 hingga ST/1341/VI/KEP/2026, yang mencakup daftar mutasi sejumlah perwira Polri di berbagai daerah.
AKBP Arninsi menggantikan AKBP Herfio Zaki, yang kini dilantik sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Banten. Sebelumnya, AKBP Arninsi menjabat sebagai Kabagwatpers Biro SDM Polda Banten. Menurut Kepala Seksi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa, serah terima jabatan (sertijab) antara AKBP Arninsi dan AKBP Herfio Zaki dijadwalkan berlangsung pada 13 Juli 2026, meski kepastian jadwal masih dalam konfirmasi.
Selain perubahan di Polres Lebak, mutasi Polri terbaru juga menyaksikan rotasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara pelantikan dan sertijab untuk enam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru dan dua pejabat utama di Mabes Polri pada 4 Juli 2026. Proses rotasi ini bukan hanya sekadar pergantian jabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Dalam pelantikan tersebut, Kapolda Aceh kini dijabat oleh Irjen Pol Ruddi Setiawan, menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Kapolda Sumatera Barat dijabat oleh Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Jawa Barat oleh Irjen Pol Pipit Rismanto, dan seterusnya diikuti dengan pergantian Kapolda di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, serta Papua Barat Daya. Semua perubahan ini bertujuan untuk memastikan organisasi Polri tetap adaptif dan profesional dalam menghadapi tantangan yang ada.
Rotasi ini menjadi bagian penting dari mekanisme pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan di Polri. Hal ini juga memperlihatkan komitmen Polri untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Irjen Pol. Johnny, para pejabat baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Polres Grobogan juga mengalami perubahan kepemimpinan dengan dilantiknya AKBP Endhie Pratama sebagai Kapolres baru. Ia menggantikan AKBP Ike Yulianto Wicaksono yang mendapat tugas baru di Mabes Polri. Penyambutan AKBP Endhie Pratama ditandai dengan tradisi Pedang Pora, yang merupakan simbol penghormatan kepada pejabat lama dan penyambutan bagi pejabat baru. Momen ini menjadi penting dalam menjaga tradisi dan etika di tubuh Polri.
Dengan berbagai mutasi polri terbaru yang terjadi, diharapkan setiap pergantian jabatan dapat membawa semangat baru serta meningkatkan kinerja Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kesempatan ini juga menjadi momentum bagi Polri untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melihat perkembangan ini, masyarakat juga berharap agar perubahan dalam struktur kepemimpinan Polri dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
