Sorot Jogja – Di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian, seorang anggota Polda Sumatera Selatan menjadi korban begal ketika menyambi pekerjaan sebagai tukang ojek. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (7/8/2026) dini hari, di mana korban mengalami luka serius akibat tusukan di perutnya dan serangan brutal oleh tiga pelaku.
Korban, Aiptu Januardo Eko Satria, yang bertugas di Biddokkes Polda Sumsel, saat itu sedang mencari penumpang di kawasan Polrestabes Palembang. Ia melihat dua orang, seorang wanita berinisial FR dan pria berinisial PI, terlibat cekcok. Dengan niat baik, ia menghampiri mereka untuk menawarkan bantuan. Namun, niat baiknya justru berujung pada musibah berdarah.
Setelah mengantar keduanya ke lokasi yang diminta, korban meminta pembayaran jasa ojek. Tindakan ini memicu keributan, dan salah satu pelaku, yang membawa kayu, langsung menyerang korban dengan memukul kepalanya. Korban berusaha membela diri, tetapi naas, salah satu pelaku lainnya mengeluarkan pisau dan menusuk perutnya hingga empat kali.
Akibat serangan itu, motor Honda BeAT milik korban dirampas oleh para pelaku. Meski terluka parah, korban berjuang untuk mendapatkan pertolongan dan saat ini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan medis.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, menjelaskan bahwa ketiga pelaku berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Palembang. Mereka dijerat dengan Pasal 479 ayat (2) KUHP, yang mengancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kombes Nandang menegaskan bahwa tindakan kejam ini tidak dapat ditoleransi dan akan ditindak tegas.
Peristiwa ini menunjukkan betapa beraninya seorang anggota polisi berjuang untuk mencari nafkah halal, meskipun harus menghadapi risiko yang mengancam nyawanya. Polisi jadi target begal saat nyambi ngojek, BeAT kandas dan perut kena 4 tusukan [titlebase] adalah pengingat akan bahaya yang dihadapi oleh banyak orang yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap modus-modus kejahatan yang semakin canggih. Kerja sama antara masyarakat dan pihak kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
