Sorot Jogja – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan laba yang mencengangkan dengan lonjakan sebesar 2.440%, target harga sahamnya pun masih belum dikoreksi. Perusahaan rokok raksasa ini juga melakukan langkah strategis dengan menyuntikkan modal sebesar Rp200 miliar kepada anak usaha mereka, PT Surya Dhoho Investama (SDHI), yang mengelola Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Agustus 2026, GGRM menginformasikan bahwa penambahan modal ini dilakukan melalui penerbitan 200.000 saham baru SDHI dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. Dengan demikian, total modal yang ditempatkan dan disetor untuk SDHI meningkat dari Rp14,3 triliun menjadi Rp14,5 triliun.
Manajemen GGRM menjelaskan bahwa suntikan modal ini bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional Bandara Dhoho, yang merupakan salah satu proyek besar yang mereka kembangkan di luar bisnis inti rokok. Sebelum transaksi ini, GGRM telah menguasai 99,9% saham SDHI, dan setelah suntikan modal, kepemilikan GGRM tetap sebesar 99,9% dengan total saham SDHI menjadi 14.500.000.
Langkah ini diambil di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meskipun penjualan produk rokok mengalami penurunan, laba Gudang Garam (GGRM) melonjak 2.440%, menunjukkan bahwa perusahaan ini masih mampu meraih keuntungan signifikan. Hal ini menunjukkan ketahanan GGRM dalam menghadapi berbagai tantangan di pasar.
Selain itu, dalam pernyataannya, GGRM juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak merencanakan untuk melakukan koreksi terhadap target harga saham mereka, meskipun ada fluktuasi di pasar. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk tetap menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.
Bandara Dhoho sendiri menjadi salah satu proyek vital yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Kediri. Dengan adanya suntikan modal ini, diharapkan operasional bandara dapat berjalan lebih baik dan menarik lebih banyak lalu lintas penerbangan. Pengembangan infrastruktur seperti bandara ini merupakan bagian dari usaha GGRM untuk diversifikasi bisnis dan memperkuat posisi mereka di pasar yang lebih luas.
Dalam perkembangan lain, pada tanggal yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 1,59%, seiring dengan kebangkitan saham-saham lain seperti PT Semen Indonesia dan Garuda Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai kembali percaya diri terhadap pasar, meski ada beberapa perusahaan yang masih berjuang untuk kembali ke jalur keuntungan.
Dengan pencapaian yang luar biasa ini, laba Gudang Garam (GGRM) melonjak 2.440%, target harga masih belum dikoreksi, dan suntikan modal untuk Bandara Dhoho menjadi sinyal positif bagi para investor. GGRM berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi pasar demi keberlanjutan perusahaan di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
