Sorot JogjaJAKARTA, KOMPAS.com – Dalam sebuah pernyataan yang tegas, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan anggaran negara, dengan menekankan pentingnya keselamatan pangan. Gemas! Kepala BGN Sudaryono jawab anggapan MBG habiskan anggaran negara [titlebase] dengan pernyataan bahwa tidak ada toleransi untuk kelalaian yang dapat membahayakan nyawa manusia.

Dalam kunjungannya ke rumah sakit, Sudaryono menjenguk siswa-siswa yang menjadi korban keracunan makanan akibat MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Insiden ini memicu kekhawatiran akan kualitas dan keamanan pangan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sudaryono menegaskan bahwa jika petugas di dapur tidak mampu menjalankan tugasnya, mereka sebaiknya mundur untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Baca juga:

“Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan betapa seriusnya BGN dalam menangani isu keamanan pangan.

Lebih lanjut, Sudaryono membuka kemungkinan untuk menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum, sebagai langkah untuk mengusut dugaan kelalaian dalam insiden keracunan tersebut. Dia menegaskan bahwa keamanan pangan MBG bukan hanya sekadar persoalan operasional dapur, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.

Dalam penjelasannya, Sudaryono menekankan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti lalai. Sanksi tersebut tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan, tetapi juga pemecatan tidak dengan hormat bagi Kepala SPPG yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca juga:

“Sanksinya yang pertama, dapurnya disuspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara. Karena ini sudah menyangkut (nyawa),” tegasnya.

Sudaryono juga meminta agar seluruh petugas memastikan bahwa semua prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan baik. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Dalam situasi genting ini, Sudaryono mengingatkan bahwa tindakan pencegahan dan perhatian ekstra sangat diperlukan. “Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur,” tambahnya, menekankan rasa tanggung jawab yang besar terhadap keselamatan penerima manfaat MBG.

Baca juga:

Dengan peringatan yang tegas ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan tugas mereka. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus selalu diutamakan, dan tidak ada tempat untuk kelalaian dalam setiap aspek pelayanan publik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.