Sorot JogjaTPNPB-OPM didesak tunjukkan bukti nyata bahwa mereka tidak lagi melakukan kekerasan terhadap warga sipil di Papua. Staf Khusus Menteri Pertahanan, Lenis Kogoya, meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga di Papua. Ia menyatakan bahwa aksi-aksi kekerasan tersebut harus segera dihentikan karena telah menyebabkan dampak negatif pada masyarakat sipil, termasuk guru dan kaum agamawan.

Lenis Kogoya juga menyoroti bahwa TPNPB-OPM harus menghentikan penyebaran isu provokatif di media massa serta ancaman pembunuhan terhadap warga sipil dan pemerintah daerah. Ia meminta mereka untuk segera keluar dari ibu kota Wamena dan sekitarnya agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca juga:

Di sisi lain, TNI menduga bahwa aksi penembakan di lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dilakukan oleh kelompok OPM Kodap III/Ndugama. Aksi penembakan tersebut mengakibatkan dua warga terluka dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menilai bahwa aksi tersebut merupakan bentuk keputusasaan kelompok OPM yang semakin terdesak oleh aktivitas satuan tugas (Satgas) TNI.

Kolonel Inf Tri Purwanto menyatakan bahwa TNI bersama Polri terus melakukan pengamanan secara sinergis di wilayah Jayawijaya. Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak akan memberikan ruang bagi kelompok OPM untuk mengganggu keamanan masyarakat. TPNPB-OPM didesak tunjukkan bukti bahwa mereka tidak lagi melakukan kekerasan terhadap warga sipil dan menghentikan segala bentuk kekerasan.

Baca juga:

TPNPB-OPM didesak tunjukkan bukti nyata bahwa mereka berkomitmen untuk menghentikan kekerasan dan memulai proses perdamaian. Dengan demikian, diharapkan situasi keamanan di Papua dapat kembali stabil dan warga sipil dapat hidup dengan aman dan nyaman. TPNPB-OPM didesak tunjukkan bukti bahwa mereka tidak lagi melakukan kekerasan terhadap warga sipil dan menghentikan segala bentuk kekerasan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: