Sorot Jogja – Harga emas melambung pekan ini, nyaris sentuh Rp2,7 juta! [titlebase] merupakan berita terbaru yang mengguncang pasar logam mulia. Pada periode 3-9 Agustus 2026, harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan yang signifikan, di mana harga emas ditutup pada level Rp2,69 juta per gram, mendekati angka psikologis Rp2,7 juta. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga bergerak dalam rentang Rp2.599.000 hingga Rp2.690.000 sepanjang pekan lalu.
Pekan ini, harga emas mengalami kenaikan sebesar Rp80 ribu atau 3,07 persen. Harga terendah pekan ini tercatat pada 5 Agustus dengan angka Rp2.599.000, sedangkan harga tertinggi terjadi pada 8 dan 9 Agustus di level Rp2,69 juta. Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami lonjakan yang signifikan, meningkat Rp132 ribu atau 5,55 persen menjadi Rp2.511.000 per gram pada 9 Agustus.
Pergerakan harga emas Antam dalam sepekan ini cukup fluktuatif. Pada awal pekan, harga emas naik Rp7 ribu menjadi Rp2.610.000 per gram. Namun, pada hari-hari berikutnya, harga sempat mengalami penurunan sebelum akhirnya kembali melambung menjelang akhir pekan. Kenaikan harga emas ini didorong oleh sentimen bullish yang kuat di kalangan analis dan investor ritel.
Menurut survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco News, sebanyak 84 persen analis memperkirakan harga emas akan naik, sementara hanya 11 persen yang bersikap bearish. Sentimen positif ini juga tercermin dari jajak pendapat media sosial yang menunjukkan 68,95 persen responden mengharapkan kenaikan harga emas pada pekan ini.
Namun, meskipun ada optimisme di pasar, para analis mengingatkan bahwa data inflasi yang akan dirilis dapat memengaruhi pergerakan harga emas. Senior Market Analyst Barchart.com, Darin Newsom, menyatakan bahwa meskipun harga emas saat ini berada jauh di atas level support kritis di US$4.000, ada ketidakpastian mengenai kebijakan moneter Federal Reserve yang dapat mempengaruhi harga emas dalam jangka pendek.
“Kenyataan mendasarnya adalah inflasi masih menjadi masalah,” ujar Newsom. Ia menambahkan bahwa data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan moneter ke depan. Tekanan inflasi yang berkelanjutan dapat memaksa Federal Reserve untuk tetap mempertahankan kebijakan pengetatan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga emas.
Secara keseluruhan, harga emas melambung pekan ini, nyaris sentuh Rp2,7 juta! [titlebase] memberikan gambaran tentang bagaimana pasar logam mulia dapat berfluktuasi seiring dengan sentimen pasar dan data ekonomi yang diumumkan. Kenaikan harga emas ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor, namun tetap diperlukan kehati-hatian mengingat adanya faktor risiko yang dapat mempengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
