Sorot Jogja – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa motor listrik lebih hemat 70 persen dibandingkan motor bensin, dan Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa di negara ini motor bensin sudah dilarang. Pernyataan ini menjadi sorotan dalam konteks peluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi hijau di Tanah Air.
Program Molinas diproyeksikan mampu menghemat subsidi BBM hingga Rp82,2 triliun pada tahun 2037 dengan asumsi operasional 11 juta unit motor listrik. Atong Soekirman, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai strategi untuk memperkuat neraca perdagangan Indonesia.
Melalui substitusi impor minyak, Molinas diharapkan dapat menekan ketergantungan energi asing hingga Rp45 triliun. “Penghematan subsidi BBM dengan asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 mencapai Rp82,2 triliun,” ujarnya pada konferensi pers. Selain efisiensi anggaran, program ini juga diprediksi dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun dan menyerap 215 ribu tenaga kerja.
Presiden Prabowo menekankan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik merupakan langkah strategis yang mencakup industri, pembiayaan, dan penyerapan pasar. Dalam peluncurannya, ia didampingi beberapa pejabat tinggi, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap kebijakan ini.
Kebijakan ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan kuota subsidi BBM hingga 58,51 persen pada tahun 2027. Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menilai bahwa pengurangan subsidi BBM dapat menekan impor energi, memperbaiki kualitas udara, dan memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan serta pembangunan infrastruktur pengisian daya yang merata.
Dalam upaya memperluas penggunaan motor listrik, pemerintah berencana untuk memberikan insentif, termasuk skema tukar tambah bagi pemilik motor berbahan bakar bensin. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk program ini, yang mencakup penurunan bunga cicilan serta penghapusan uang muka bagi pembelian motor listrik baru.
Di tengah perubahan ini, produsen motor listrik seperti VinFast menawarkan produk yang lebih hemat dibandingkan motor bensin. Pengguna motor listrik seperti Martin Jo, yang memilih VinFast Evo, mengakui bahwa motor listrik memberikan kenyamanan dan efisiensi biaya perjalanan yang lebih baik dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin.
Dengan berbagai langkah dan kebijakan yang dicanangkan, Indonesia tampaknya sedang bergerak menuju era kendaraan listrik. Motor listrik lebih hemat 70 persen, Prabowo: di negara ini motor bensin sudah dilarang, menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
