Sorot Jogja – Kubu Don Ritto pemilik kafe de’Clan ungkap asal-usul uang yang disita soal kasus korupsi Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menyatakan bahwa pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik uang tunai dan emas yang disita sedang mempersiapkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan ini diajukan sebagai bentuk keberatan atas penyitaan aset yang dilakukan oleh Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung).

Handika menjelaskan bahwa penyitaan yang dilakukan dinilai prematur dan tidak memiliki hubungan yang jelas dengan Febrie Adriansyah. Ia menekankan bahwa kliennya telah memberikan penjelasan menyeluruh terkait asal-usul uang dan emas tersebut, yang ditemukan di beberapa lokasi seperti Kafe De Clan, money changer, dan rumah di Sentul. “Klien kami sudah menjelaskan secara gamblang dari mana asal-usul uang dan emas itu serta untuk apa. Mestinya Tim 9 menguji relevansi secara formal dan materiil,” ujarnya.

Baca juga:

Isu ini muncul setelah penyidik Kejagung melakukan penyitaan terhadap aset-aset tersebut dalam upaya mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Febrie. Handika mengkritik keputusan Tim 9 yang mengaitkan hasil penyitaan dengan kliennya, dan menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang terburu-buru dan dipengaruhi tekanan luar biasa dari pihak tertentu.

Menurut Handika, para pemilik uang tunai dalam dolar Singapura dan Amerika Serikat, serta emas yang disita, berencana mengajukan gugatan praperadilan di waktu dekat. Ia menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk menguji keabsahan penyitaan yang dianggap tidak berdasar tersebut. “Tunggu tanggal mainnya,” tegas Handika.

Sementara itu, Handika juga mengungkapkan bahwa penetapan status tersangka terhadap Febrie lebih bersifat politis, bertujuan untuk menjaga citra institusi Kejagung di tengah serangan narasi negatif. Ia mengamati bahwa Tim 9 yang dibentuk oleh Kejagung berada dalam kondisi tertekan saat menangani perkara ini, yang berdampak pada keputusan yang diambil.

Baca juga:

Kasus ini menyoroti bagaimana penyitaan aset dapat memicu protes hukum, terutama ketika keterkaitan aset tersebut dengan dugaan korupsi dipertanyakan. Dengan langkah hukum yang akan diambil oleh kubu Don Ritto, ketegangan dalam kasus ini diprediksi akan meningkat. Publik pun menunggu perkembangan selanjutnya terkait gugatan praperadilan yang akan diajukan.

Di tengah situasi ini, penting untuk melihat bagaimana proses hukum akan berjalan dan bagaimana pihak-pihak terkait dapat membuktikan posisi mereka di hadapan hukum. Kubu Don Ritto pemilik kafe de’Clan ungkap asal-usul uang yang disita soal kasus korupsi Febrie akan menjadi fokus perhatian banyak pihak, termasuk para pengamat hukum dan masyarakat umum.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: