Sorot Jogja – Dalam sebuah langkah penting untuk menangani situasi terkini di Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah pejabat terkait di Kementerian Pertahanan pada Senin (13/7/2026). Pertemuan ini digelar setelah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Menhan kumpulkan Satgas PKH di Kemenhan, Kapolri tidak ada [titlebase], menciptakan perhatian yang luas di kalangan publik.

Rapat tertutup tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Namun, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengarah III Satgas PKH tidak terlihat hadir dalam pertemuan tersebut. Hal ini menambah ketidakpastian mengenai arah dan langkah-langkah ke depan dari Satgas PKH.

Baca juga:

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Sjafrie menyampaikan pentingnya evaluasi dan optimalisasi kinerja Satgas PKH. Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, menjelaskan bahwa agenda rapat meliputi sinkronisasi dan evaluasi pelaksanaan tugas yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025. “Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua unsur dalam Satgas PKH dapat bekerja dengan koordinasi yang baik dan akuntabilitas yang jelas,” ungkapnya.

Sejak pengunduran diri Febrie Adriansyah, status kepemimpinan di Satgas PKH menjadi tidak stabil. Febrie selama ini menjabat sebagai ketua pelaksana dan pengunduran dirinya menciptakan kekosongan yang belum ada penggantinya hingga saat ini. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan anggota Satgas dan masyarakat luas mengenai kelangsungan dan efektivitas penertiban kawasan hutan yang menjadi tugas utama Satgas PKH.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ate. Mereka semua berkomitmen untuk memperkuat tata kelola organisasi Satgas, termasuk pengawasan dan pelaporan pertanggungjawaban kepada pemerintah.

Baca juga:

Dalam konteks yang lebih luas, pertemuan ini menjadi penting karena berkaitan dengan langkah-langkah penertiban kawasan hutan yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, termasuk TNI. Satgas PKH diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan dalam penguasaan kawasan hutan oleh negara, serta meminimalisir tindakan ilegal yang merugikan lingkungan.

Menhan kumpulkan Satgas PKH di Kemenhan, Kapolri tidak ada [titlebase], menandakan bahwa pemerintah tidak akan mundur dalam upaya penertiban dan perlindungan kawasan hutan. Dengan adanya evaluasi dan sinkronisasi dalam rapat ini, diharapkan Satgas PKH dapat kembali berfungsi secara optimal, meskipun dalam keadaan yang penuh tantangan.

Ke depannya, diharapkan ada keputusan cepat mengenai pengganti Febrie Adriansyah agar kepemimpinan di dalam Satgas PKH dapat segera stabil dan program-program penertiban kawasan hutan dapat berjalan dengan efektif. Langkah-langkah strategis yang diambil dalam rapat ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mendorong keberhasilan tugas-tugas Satgas ke depan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.