Sorot JogjaIndonesia kembali mencetak sejarah di dunia olahraga panjat tebing dengan prestasi gemilang Veddriq Leonardo juara World Climbing Chamonix 2026. Kejuaraan yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada 10-12 Juli 2026 ini menjadi ajang bagi atlet-atlet terbaik dunia untuk berkompetisi dalam disiplin speed dan lead. Veddriq berhasil merebut medali emas di nomor speed putra, sementara rekannya, Antasyafi Robby Al Hilmi, meraih medali perak.

Veddriq mencatatkan waktu luar biasa 4,89 detik di partai final, menandakan bahwa ia tetap mampu bersaing meskipun mengalami cedera yang membuatnya tak bisa berlatih optimal. “Kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Saya datang ke setiap kompetisi tanpa latihan yang layak,” ujar Veddriq setelah meraih medali emas yang pertama setelah Olimpiade Paris 2024.

Baca juga:

Desak Made Rita Kusuma Dewi juga memberikan kontribusi besar bagi Indonesia dengan meraih medali emas di nomor speed putri. Keduanya cukup beruntung mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, yang diungkapkan melalui ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Menpora yang selama ini mendukung kami untuk menjalankan pelatnas dan try out,” kata Desak.

Prestasi yang diraih Veddriq Leonardo juara World Climbing Chamonix 2026 ini bukan hanya sekadar medali, melainkan juga simbol dari perjuangan dan dedikasi tinggi dalam olahraga panjat tebing. Meski hampir tidak berlatih karena cedera, Veddriq mampu menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. “Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini,” tambahnya.

Keberhasilan Indonesia dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa tim panjat tebing nasional semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional. Veddriq dan Desak menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda di Indonesia untuk terus berjuang dan berprestasi.

Baca juga:

Dalam hal ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berperan penting dalam mendukung para atlet melalui program pelatihan dan try out. Veddriq berharap dukungan ini akan terus berlanjut agar olahraga Indonesia semakin maju dan berprestasi di panggung dunia.

World Climbing Series Chamonix 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi Veddriq Leonardo juara World Climbing Chamonix 2026, tetapi juga menjadi momen penting bagi atlet Indonesia lainnya untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan prestasi ini, Indonesia menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dan mendominasi dalam olahraga panjat tebing, khususnya di nomor speed.

Dengan keberhasilan ini, Veddriq dan Desak tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga harapan baru bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia. Mereka membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, prestasi gemilang bisa diraih.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.