Sorot Jogja – Rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, mantan Pemimpin Tertinggi Iran, resmi dimulai di Teheran pada Sabtu (4/7) pagi. Namun, dalam prosesi yang penuh emosi ini, Mojtaba Khamenei dipastikan tak hadir di pemakaman ayahnya. Ketidakhadiran Mojtaba, yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menimbulkan banyak spekulasi mengenai kondisi kesehatannya yang belum pernah terungkap ke publik sejak perang Iran dimulai.

Ribuan pelayat berkumpul di alun-alun Masjid Agung Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei, sementara massa meneriakkan slogan-slogan kebencian terhadap Amerika dan Israel. Upacara pemakaman ini berlangsung selama enam hari dan akan dilanjutkan di Irak sebelum jenazah Khamenei dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli.

Baca juga:

Peti jenazah Ayatollah Khamenei ditempatkan berdampingan dengan empat peti jenazah anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Di antara mereka terdapat putri sulungnya dan cucu perempuannya, yang berusia 14 bulan. Keberadaan peti jenazah mungil tersebut menarik perhatian, menggugah emosi pelayat dan publik yang menyaksikan.

Sejumlah pemimpin negara asing juga hadir dalam prosesi ini, termasuk delegasi dari Arab Saudi yang menyampaikan belasungkawa. Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengirimkan pesan duka cita yang diterima oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Kehadiran pejabat tinggi dari berbagai negara menunjukkan dampak global dari kematian Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei dipastikan tak hadir di pemakaman ayahnya, yang memunculkan pertanyaan mengenai kondisi fisiknya. Sejak serangan yang mengakibatkan tewasnya ayahnya, Mojtaba dilaporkan mengalami luka parah, termasuk luka bakar dan cedera yang memerlukan beberapa kali operasi. Meski demikian, tidak ada informasi resmi mengenai seberapa jauh luka tersebut memengaruhi kemampuannya sebagai pemimpin negara.

Baca juga:

Ketidakhadiran Mojtaba dalam pemakaman ayahnya ini menciptakan spekulasi dan diskusi di kalangan publik dan media internasional. Banyak yang berharap agar ia segera pulih dan tampil di depan publik untuk menunjukkan kekuatan kepemimpinan di tengah ketegangan yang melanda Iran saat ini.

Rangkaian pemakaman Khamenei akan diakhiri dengan upacara di Mashhad, kota kelahirannya, di mana ia akan dimakamkan. Di tengah suasana duka, Iran juga menghadapi tantangan politik dan militer yang kompleks, dengan pertempuran yang belum mereda antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Prosesi pemakaman Khamenei menjadi simbol penting bagi rakyat Iran dalam menghadapi masa-masa sulit ini.

Dalam situasi yang sarat emosi ini, Mojtaba Khamenei dipastikan tak hadir di pemakaman ayahnya, menunjukkan betapa rumitnya transisi kekuasaan dan tantangan yang harus dihadapi oleh pemimpin baru Iran. Kehadiran jutaan pelayat di Teheran mencerminkan kedalaman rasa kehilangan dan solidaritas rakyat Iran terhadap pemimpin yang telah memimpin mereka dalam banyak peristiwa bersejarah.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.